Laman

Rabu, 15 April 2015

Volvo Hadirkan Pesaing Range Rover



 Produsen automotif Volvo berencana hadirkan produk Sport Utility Vehicle (SUV) Volvo XC90 Excellence pada perhelatan Shanghai Auto Show 2015, yang berlangsung pada 22-29 April 2015, di China.

SUV mewah ini hanya mengalami ubahan minor dari sisi eksterior dengan menggunakan beberapa aksen krom dan logo bertuliskan Excellence di pilar B & C serta di bawah pintu, sementara desain bodi masih sama dengan produk XC90 model 2015. Produsen mobil Volvo hanya berfokus menampilkan kesan mewah dan elegan dalam kabin, ini seperti dikutip dari Indianautosblog, Kamis (16/4/2015).



Bagian dalam kabin menggunakan jok dengan fitur pijat dan penghangat berlapis kulit, serta panel kayu di dashboard serta konsol tengah. Selain itu, dilengkapi sebuah meja lipat, tempat menaruh gelas wine, cooler box, dan juga layar sentuh untuk penumpang.

Layaknya sebuah sedan, Volvo XC90 Excellence hanya dapat menampung empat orang penumpang dalam kabinnya, sehingga bagian belakang digunakan sebagai bagasi untuk menaruh barang dan kebutuhan lain saat berkendara.

Sayangnya, belum ada informasi jelas mengenai harga jual & spesifikasi teknis dari  SUV yang diklaim pesaing Range Rover SVAutobiography.

Senin, 23 Maret 2015

Dua Alasan Mitsubishi Berencana Menghentikan Produksi Lancer



Tokyo - Mitsubishi berencana menghentikan produksi Lancer pada 2015. Lantas mengapa Mitsubishi memutuskan menghentikan penjualan mobil andalannya tersebut?

 COO Mitsubishi Motors Tetsuro Aikawa menyatakan, ada dua alasan mengapa produsen mobil asal Jepang tersebut memutuskan menghentikan produksi dan tidak menjual Lancer lagi. "Ada dua alasan mengenai Lancer. Salah satu alasannya adalah mengenai investasi.

 Kami pada pengembangan saat ini berkonsentrasi pada SUV PHEVs dan EVS. Itulah salah satu alasan," ujar Aikawa, seperti dinukil Carbuzz. Alasan kedua, menurut Aikawa, karena mobil model sedan tersebut bakal menemui banyak saingan berat. "Kompetisi sedan sangat tinggi dan itu sangat sulit untuk mendatangkan keuntungan," terang Aikiwa.

 Untuk itu, Aikiwa menambahkan, Mitsubishi memutuskan untuk tetap menjual Lancer yang telah ada saat ini hingga unit terakhir terjual. Namun Mitsubishi tidak berencana melahirkan model terbaru Lancer. Mitsubishi berencana mengganti Lancer dengan model terbaru berteknologi EVS.

Selasa, 17 Maret 2015

Mobil Terbang Siap Dipasarkan Dua Tahun Lagi



AeroMobil, terobosan di bidang otomotif dunia yang menjadi perwujudan impian abadi para penemu dunia sejak berabad-abad lalu agar bisa menjelajahi tak hanya daratan tapi juga angkasa ini kabarnya tak perlu lama lagi menunggu sebelum benar-benar dipasarkan.

Ancang-ancang memasukkan mobil terbang itu ke bursa mobil dunia mulai terendus sejak Juraj Vaculik, co-founder sekaligus CEO AeroMobil, mengungkapkan rencananya untuk merevolusi transportasi dunia dengan memasarkan mobil tersebut mulai tahun 2017 nanti.


Mobil 'sakti' mahakarya terkini buatan perusahaan Slovakia ini muncul pertama kali sebagai prototype awal dengan nama AeroMobil 3.0 bulan Oktober 2014 lalu dan seketika menggemparkan jagat otomotif internasional.

Kemampuan menjelajahi angkasa bukan satu-satunya kecanggihan yang dimiliki oleh si 'Flying Roadster'. Selain kelasnya yang eksklusif karena termasuk sportscar, ia telah dilengkapi teknologi modern self-driving ala masa depan.



Menurut Vaculik dilansir dari Popular Science (17/03), AeroMobil kelak akan dilepas dalam kisaran harga ratusan ribu dollar atau paling tidak di atas Rp 1.5 miliaran. Harga yang pantas mengingat keeksklusifan dan segala kehebatan yang disajikannya.

Minggu, 15 Maret 2015

Philips Luncurkan Monitor IPS Two in One Pertama Dunia

Sebuah produk monitor terbaru dengan desain menarik diperkenalkan oleh Philips. Monitor tersebut pun mereka klaim sebagai monitor IPS two-in-one pertama dunia yang merupakan gabungan dari dua monitor menjadi satu kesatuan.



Dua monitor yang disatukan tersebut masing-masing mempunyai ukuran 19 inci dengan resolusi 1280 x 1024 piksel. Dengan menggabungkan kedua monitor tersebut, maka monitor two-in-one ini memiliki ukuran 32 inci.




Selain itu, monitor ini juga mempunyai beberapa keuntungan lain. Daripada membeli dua monitor, monitor two-in-one ini pun lebih praktis. Terlebih monitor ini hanya butuh satu stand dan mempunyai bezel yang tipis, 2,5 milimeter. Selain itu, monitor ini pun bisa diatur sudut pandangnya sesuai dengan kondisi.

Selain itu, monitor ini menggunakan backlight W-LED dan mempunyai response time sebesar 15ms. Monitor tersebut pun hadir dengan rasio kontras sebesar 1.000:1 yang sebanding dengan monitor berbasis AH-IPS LCD. Mengenai harganya, monitor ini pun ditawarkan dengan banderol sebesar 491 USD.

Kamis, 26 Februari 2015

Lexus NX Hadir Senin Depan



Segmen SUV premium akan kedatangan pemain baru dari pabrikan Jepang, Lexus yang bersiap untuk menghadirkan Lexus NX pada Senin minggu depan (2/3) sebagaimana undangan yang diterima redaksi OTOMOTIFNET.

Ini merupakan crossover luxury yang kompak, termasuk soal banderol harganya yang kabarnya bakal ditawarkan dibawah Rp 1 miliar. Lebih murah dari kakaknya Lexus RX series.

Lexus NX tersedia dalam pilihan mesin berkapasitas 2.000 cc dengan twin scroll turbo yang sanggup memproduksi tenaga sebesar 235 dk. Selain itu, ada juga versi hybrid yang mengandalkan mesin berkapasitas 2.5 liter yang sanggup menghasilkan daya gabungan mencapai 191 dk, mesin yang sama yang digunakan Toyota Camry hybrid.

Lexus NX akan menyuguhkan fitur-fitur seperti Lexus Remote Touch Interface, kamera panorama, monitor blind spot dan spion lipat. Sokongan keselamatan dengan 8 airbags, paddle shift, koneksi audio Bluetooth dan audio 10 speaker.

Bahkan, untuk tipe tertingginya, disediakan juga fitur alat pengisian baterai smartphone, sampai multi information display yang menampilkan indikator G-Force dan indikator turbo

Rabu, 18 Februari 2015

Asus Akan Tinggalkan Android Wear



Tren penggunaan wearable devices yang bakalan ramai di tahun 2015 mengundang daya tarik Google untuk menghadirkan sebuah sistem operasi khusus. Android Wear dilahirkan perusahaan raksasa pencarian online itu untuk mengantisipasi meledaknya industri wearable devices.

Asus ikut bergabung sebagai perusahaan yang menggunakan sistem operasi Android Wear untuk wearable device buatannya. Smartwatch bernama ZenWatch telah diperkenalkan dan berjalan di atas sistem operasi Android Wear.

Namun, perusahaan itu telah mengumumkan bahwa di masa depan Asus tak akan lagi menggunakan Android Wear di smartwatch besutannya. Faktor daya tahan baterai disebutkan jadi alasan Asus untuk meninggalkan Android Wear.

Vendor gadget asal Taiwan itu mengaku proses pelucutan Android Wear akan dilakukan secara bertahap. Jerry Shen selaku CEO Asus menyebutkan perusahaannya masih akan menggunakan Android Wear untuk ZenWatch generasi kedua.

Akan tetapi, perusahaan itu berencana melakukan perubahan terkait sistem operasi di perangkat jam tangan pintar buatannya. Penggunaan Android Wear di ZenWatch generasi kedua ditengarai karena Asus masih terikat kontrak dengan pihak Google.

Daya tahan baterai disebut-sebut sebagai masalah utama di wearable device ynag memakai Android Wear. Sistem antarmuka yang ada di platform mobile khusus wearable devices itu dinilai terlalu rakus daya baterai, selain spesifikasinya yang menyerupai smartphone.

"Perhatian utamanya ialah tentang penghematan daya. Kami akan memiliki smartwatch lain yang tidak berbasis Android Wear dan memiliki fitur baterai yang tahan lebih lama," ungkap Shen seperti dilansir laman Focus Taiwan, Senin (16/2/2015).

Zenwatch generasi pertama dipasarkan Asus dengan harga yang cukup bersaing dengan produk Samsung, Motorola maupun LG yang sama-sama membuat smartwatch berbasis Android Wear.

Di kampung halamannya, Zenwatch dilepas NT$ 5.990 atau sekitar Rp 2,4 jutaan. Jam tangan ini dibekali layar sentuh AMOLED 1,63 inci yang didesain melengkung, prosesor Snapdragon 400 berkecepatan 1,2GHz, RAM 512 MB, memori internal 4GB serta dilengkapi 9 sensor.

Senin, 16 Februari 2015

Kamera Pendeteksi Hantu untuk Smartphone



CALIFORNIA – Produk kamera bernama The Seek Thermal menawarkan teknologi kamera pendeteksi suhu yang dapat dicolokkan langsung pada smartphone.

Seek Thermal merupakan kamera berukuran kecil yang dapat dilekatkan pada bagian bawah smartphone penggunanya. Kamera Seek Thermal pun dapat mendapatkan gambar kualitas termal apa pun di sekitarnya, dan juga menunjukkan suhu lingkungan sekitar.

Kamera besutan perusahaan asal Amerika Serikat ini dapat digunakan untuk ponsel pintar berbasis sistem operasi Android dan iOS. Pengguna sebelumnya harus menginstal aplikasi Seek Thermal yang melalui ponsel pintar mereka.

Cara penggunaan kamera thermal ini diklaim mudah. Setelah menginstal aplikasi Seek Thermal, aplikasi ini akan memulai secara otomatis pada perangkat Android atau iOS, pengguna hanya perlu memberikan otorisasi dan dalam beberapa detik Anda dapat menggunakan kamera tersebut.

Seek Thermal mampu bekerja di siang hari atau malam hari, dengan mengambil gelombang inframerah di sekitar kita. Gelombang yang muncul akan menunjukkan variasi suhu di sekitar Anda, sehingga warna gelombang tiap orang yang dilihat dengan Seek Thermal akan berbeda.

Tak hanya suhu tubuh, Seek Thermal juga diklaim mampu mendeteksi hal-hal yang biasanya tersembunyi dari pandangan normal, seperti hantu.

Kamera ini dapat mendeteksi suhu dari -40 derajat celcius hingga 330 derajat celsius, Seek Thermal sendiri dibanderol dengan harga USD250 atau sekira Rp3,1 juta. Demikian dilansir laman Cnet,