Laman

Selasa, 04 Agustus 2015

Setelah Meluncurnya S6 Gimana Nasib S4 ?

Samsung S4 & S3

Meski ponsel premiumnya sudah sampai seri Galaxy S6, Samsung nyatanya belum melupakan Galaxy S4 yang sudah ketinggalan dua generasi. Perusahaan Korea ini baru saja memperbaharui versi mini dari Galaxy S4 yang dinamai Galaxy S4 Mini Plus.

Tapi meski punya embel-embel ‘Plus’, jangan berpikir soal layar yang lebih besar seperti ponsel Plus yang beredar saat ini. Pasalnya tambahan nama Plus di Galaxy S4 Mini terbaru ini semata-mata mengacu pada spesifikasi yang meningkat.

Pun demikian, peningkatannya juga tak banyak-banyak amat karena cuma terletak di bagian prosesornya. Galaxy S4 Mini Plus sekarang pakai prosesor 64 bit Snapdragon 410, sedangkan Galaxy S4 Mini dulunya masih Snapdragon 400. Artinya, Galaxy S4 Mini Plus dipastikan juga sudah mendukung konektivitas 4G LTE.

Selebihnya sama persis, besaran RAM tetap 1,5 GB, begitu pun memori internal yang masih 8 GB dengan tambahan slot micro SD. Kameranya juga dipertahankan kemampuannya di angka 8 MP, termasuk kamera depannya yang kemampuannya 1,9 MP.

Layarnya juga tetap memiliki bentang 4,3 inch dengan resolusi yang masih qHD (960x540 pixel). Bahkan sistem operasinya juga masih berbasis Android 4.4 KitKat, sama seperti yang dipakai Galaxy S4 Mini lawas. Padahal saat ini sudah sampai Android 5.1 Lollipop, tapi bukan tak mungkin Samsung akan segera menghadirkan update-nya.

Mengenai harga, Galaxy S4 Mini Plus nyatanya ditawarkan dengan banderol yang tak terlalu mahal. Samsung menghargai ponsel terbarunya ini mulai dari USD 208 atau sekitar Rp 2,8 juta.

Dibandingkan dengan ponsel sekelasnya seperti Moto G 2015 atau Redmi 2 versi RAM 2 GB yang ditawarkan di rentang harga Rp 1,8 juta sampai Rp 2,4 juta, Galaxy S4 Mini memang sedikit lebih mahal. Tapi dengan layanan after sales Samsung yang tersebar diman-mana, harga Galaxy S4 Mini Plus yang sedikit lebih mahal ini dirasa masih cukup masuk akal.

Penjualan Smartphone Tablet Masih Unggul di Indonesia

Smartphone Tablet

Sejumlah laporan riset menyebutkan pasar tablet global terus mengalami penurunan. Namun kondisi berbeda terjadi di Indonesia. Menurut International Data Corporation (IDC) Indonesia, pasar tablet di sini masih tinggi.

"Tahun ini diprediksi akan naik 8%. Memang sempat turun di kuartal satu, tapi kuartal kedua sudah bounce back ke posisi hampir sama dengan kuartal IV 2014, yakni sekitaran 1,4 juta unit," ujar Michael Edward, Research Manager IDC Indonesia saat ditemui di peluncuran Advan Vandroid X7.

Salah satu penyebab kenaikan tersebut, kata Michael, dikarenakan daya beli masyarakat yang masih tinggi. Terutama saat musim Lebaran lalu.

"Banyak yang membelanjakan uang THR Lebaran untuk membali tablet," kata Michael.

Lebih lanjut Michael mengatakan mayarakat Indonesia lebih mencari perangkat yang bisa digunakan untuk banyak hal. Pilihan yang banyak diminati adalah tablet 7 inch.

"Ukuran 7 inci dapat digunakan untuk bekerja, bermain game dan belajar. Selain itu ukuran tersebut lebih nyaman digunakan anak-anak dibanding phablet 5 inch atau tablet 10 inch," jelas Michael.

Terkait Windows 10, Michael berpendapat sistem operasi anyar milik Microsoft itu bakal turut mempengaruhi penjualan tablet meskipun jumlahnya kecil.

"Nantinya lebih banyak yang mencari perangkat tablet 2 in 1 yang dilengkapi docking keyboard," pungkasnya.

Handphone Selfie Tanpa Bezel Dari Sony Akan Siap MeluncurSony

Xperia C5 Ultra, Ponsel Tanpa Bezel Sony Resmi Melenggang
Sony Experia C5 Ultra

Ramai dikenal dengan sebutan Lavender, ponsel tanpa bezel Sony akhirnya resmi dirilis. Sony menamai ponsel ini dengan sebutan Xperia C5 Ultra.

Kelebihan C5 Ultra memang terletak di desainnya yang seakan tanpa tepian. Itu karena Sony membuat bagian layarnya benar-benar memenuhi tampilan depan C5 Ultra. Selain itu, penggunaan embel-embel nama Ultra juga bukannya tanpa alasan, ponsel ini memiliki bentang layar mencapai 6 inch.

Tapi meski terbilang besar, C5 Ultra tetap terlihat compact. Mungkin karena desainnya yang tanpa bezel. Berkat desainnya ini, C5 Ultra seharusnya tetap nyaman meski digenggam dengan satu tangan.

Soal spesifikasi, ponsel ini dibekali prosesor octa core buatan MediaTek dengan kecepatan 1,7 GHz, dan RAM sebesar 2 GB. Layarnya juga sudah mendukung resolusi full HD (1920x1080 pixel) dengan teknologi IPS yang dipadu Bravia Engine 2.

Bagian menarik lainnya terletak di bagian kamera. Sony membenamkan kemampuan 13 MP untuk kamera depan dan juga kamera belakangnya. Untuk yang bagian depan, lensanya yang berukuran 22 mm juga menyodorkan fitur wide angle. Sony tak luput membekali kamera depannya dengan lampu flash.

Selain Xperia C5 Ultra, di kesempatan yang sama Sony juga merilis Xperia M5. Ponsel ini dibekali prosesor octa core Helio X10 berkecepatan 2 GHz yang juga bikinan MediaTek, yang ditopang performanya dengan RAM 3 GB.

Kameranya bahkan punya kemampuan yang lebih tinggi dari Xperia Z3+, yakni 21,7 MP. Sedangkan kamera depannya juga tak kalah ciamik, kemampuannya 13 MP. Hasil jepretannya bisa dilihat di layarnya yang berukuran 5 inch dan sudah mengusung resolusi full HD (1920x1080 pixel). Ponsel ini juga telah dibekali fitur tahan air.


Sebanyak 83 Ribu Nvidia Tablet Ditarik, Kenapa ?

Rawan Terbakar, 83 Ribu Tablet Nvidia Ditarik
Nvidia Tablet

Nvidia terpaksa menarik sejumlah tablet Nvidia Shield yang dujual antara Juli 2014 hingga Juli 2015. Pasalnya, beberapa dari tablet tersebut menggunakan baterai yang mudah panas, bahkan bisa sampai terbakar.

Secara total, aksi recall ini melibatkan sekitar 83 ribu unit Nvidia Shield yang dijual di Amerika Serikat, dan sekitar 5.000 unit di Kanada.

Nvidia menyebutkan bahwa mereka sampai saat ini sudah menerima empat laporan mengenai baterai yang mengalami overheat karena thermal runaway. Thermal runaway adalah kondisi ketika meningkatnya suhu dan berujung pada kerusakan.

Tak semua tablet Nvidia Shield yang terkena masalah ini. Hanya tablet dengan baterai berseri Y01 yang rawan mengalami overheat. Dan pemiliknya perlu mengisi formulir secara online di situs milik Nvidia.

Recall ini hanya terjadi untuk pemilik tablet Nvidia Shield, sementara produk Nvidia Shield lain tak perlu takut perangkatnya terbakar karena overheat.

Nvidia saat ini punya beberapa produk berbasis Android, dan semuanya bernama Nvidia Shield. Perangkat-perangkat dari lini tersebut dikenal mempunyai kemampuan grafis yang cukup tinggi dibanding pesaingnya.

Untuk Pengguna Xiaomi Siap - siap Menyambut MIUI 7

Siap-siap! MIUI 7 Segera Dirilis
MIUI 7

Dalam sebuah poster yang diposting oleh Xiaomi di laman Weibo, tersirat informasi bahwa mereka akan merilis sesuatu pada tanggal 4 Agustus 2015. Dan kemungkinan besar mereka akan merilis OS terbarunya, yaitu MIUI 7.

Asumsi itu muncul dari poster tersebut, di mana Xiaomi menandai tanggal 4 Agustus pukul 10.00 dan menulis angka tujuh. 

OS tersebut dibuat menggunakan basis Android 5.1 Lollipop, meski belum jelas apa saja hal baru di MIUI 7 tersebut. Dari screenshot yang sebelumnya beredar hanya terlihat sebuah perubahan kecil, yaitu bentuk ikon baterai yang tadinya berbentul oval kini menjadi bulat.

Namun perlu diingat, bahwa screenshot tersebut diambil dari MIUI 7 versi beta. Sementara di versi penuhnya nanti, tentu akan mempunyai sejumlah perubahan.

MIUI 7 sepertinya akan tersedia pada ponsel flagship Xiaomi generasi selanjutnya, yaitu Mi 5. Dan berhubung Mi 5 kemungkinan besar akan menggunakan Snapdragon 820, ponsel tersebut tak akan tersedia di pasaran sebelum bulan Maret 2016.

Hal itu karena seorang analis asal China bernama Pan Jiutang menyebutkan bahwa Snapdragon 820 tak akan dikapalkan sampai bulan Desember 2015, yang artinya tak mungkin Xiaomi merilis Mi 5 sebelum tanggal tersebut.

Xiaomi Mendepak Apple Untuk Kembali Ke Posisi Ketiga

Apple & Xiaomi

Xiaomi lagi-lagi menjadi produsen smartphone terbesar di Tiongkok. Setelah dilengserkan Apple pada kuartal pertama 2015, Xiaomi kembali merebut takhta tertinggi pada kuartal kedua.

Apple sendiri merosot ke posisi ketiga. Sementara itu, posisi kedua ditempati vendor yang juga berbasis Tiongkok, Huawei.

Xiaomi dan Huawei memimpin pangsa pasar smartphone di Tiongkok dengan persentase 15,9 persen dan 15,7 persen. Setelah Apple, Samsung dan Vivo menyusul di posisi keempat dan kelima.

Upaya Xiaomi menggeser kedudukan Apple sedikit banyak berpengaruh pula pada Samsung. Popularitas phablet murah Mi Note Pro mau tak mau memaksa Samsung menurunkan harga flagship Galaxy S6 dan Galaxy Note 4.

Tampaknya, perilaku konsumen Tiongkok kembali ke asalnya, yakni cenderung memilih ponsel paling murah. Diketahui, pada kuartal pertama 2015, kala Apple menjadi penjual smartphone terbesar di Tiongkok, banyak yang terkejut.

Sebab, konsumen Tiongkok selama ini terkenal sebagai penikmat ponsel kelas menengah. Apple kemudian datang dengan iPhone 6 dan 6 Plus yang menarik perhatian masyarakat Tiongkok untuk beralih ke perangkat high-end.

Hasilnya, perusahaan-perusahaan lokal Tiongkok mengalami masa sulit kala itu. Lenovo, Yulong, dan ZTE terpaksa lengser dari posisi lima besar penjual smartphone di wilayah sendiri.

Menurut analis Canalys Jingwen Wang, pasar smartphone Tiongkok terus menunjukkan kedewasaan dengan dinamisnya perilaku pasar. Persaingan kuartal per kuartal antar-vendor besar semakin intens.

"Huawei mencatat sejarah perusahaan dengan menduduki posisi kedua. Xiaomi berada di bawah tekanan untuk terus mempertahankan posisinya," kata Wang.

Sementara itu, walau kedudukan Apple menurun, pabrikan Cupertino tersebut mengklaim angka penjualan iPhone meningkat hingga 87 persen di Tiongkok. CEO Apple Tim Cook mengatakan, angka pendapatan penjualan iPhone mencapai 13 miliar dollar AS atau sekitar Rp 175 triliun di Tiongkok.

Keuntungan Besar Untuk Western Digital

Western Digital

Produsen perangkat harddisk Western Digital (WD) mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal empat 2015, yang berakhir pada 3 Juli lalu.

Dalam kuartal tersebut, perusahaan produk media penyimpanan data ini mendapatkan pendapatan sebesar 3,2 miliar dollar AS dan keuntungan sebesar 220 juta dollar AS, atau 0,94 dollar AS per lembar saham.

Nilai tersebut memperlihatkan sedikit penurunan dari kuartal yang sama tahun lalu. Kala itu, WD melaporkan pendapatan sebesar 3,7 miliar dollar AS, dan pendapatan bersih sebesar 317 juta dollar AS, atau 1,32 dollar AS per lembar saham. 

Meski mengalami sedikit penurunan, WD mengaku tetap puas dengan pendapatannya saat ini.

"Saya puas dengan pelaksanaan dan kinerja kami di kuartal fiskal empat mengingat pasar PC yang lemah," kata Steve Milligan, President dan Chief Executive Officer WD dalam keterangan pers

Selain itu, WD menghasilkan 448 juta dollar AS dalam bentuk tunai dari operasional selama kuartal tersebut. Total uang kas yang dimiliki perusahaan asal Amerika Serikat ini adalah sebesar 5 miliar dollar AS. 

Dalam masa itu, WD menggunakan dana sebesar 198 juta dollar AS untuk membeli kembali 2 juta lembar saham dari bursa. Per 5 Mei lalu, perusahaan mengumumkan keuntungan saham sebesar 0,5 dollar AS per lembar, yang telah dibayarkan pada 15 Juli lalu.

Secara keseluruhan, pada tahun fiskal 2015, perusahaan meraih pendapatan sebesar 14,6 miliar dollar AS dan pendapatan bersih sebesar 1,5 miliar dollar AS, atau 6,18 dollar AS per lembar saham.

Nilai tersebut juga memperlihatkan sedikit penurunan dibandingkan dengan pendapatan tahun fiskal 2014. Saat itu, pendapatan perusahaan sebesar 15,1 miliar dollar AS dan pendapatan bersih sebesar 1,6 miliar dollar AS atau 6,68 dollar AS per lembar saham.