Laman

Tampilkan postingan dengan label samsung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label samsung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2015

Samsung Rasa Blackberry Dengan Keyboard QWERTY

S6 With Keyboard

Salah satu aksesori pendamping yang turut diperkenalkan bersama Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus adalah papan ketik QWERTY 

Dalam acara peluncuran kedua perangkat di Jakarta, Kamis (27/8/2015), pihak Samsung Indonesia memastikan bahwa alat bernama “Keyboard Case” ini akan turut tersedia di Indonesia.

“Ya, kami akan jual bersama dengan acara Consumer Launch Galaxy Note 5 di Grand Indonesia, 11-13 September nanti. Harganya Rp 850.000,” ujar Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Flegon Koen saat berbicara di panggung acara.

Akesori papan ketik QWERTY tersedia untuk Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus. Baru kedua perangkat itu yang mendapat “jatah” keyboard fisik, lantaran ukurannya disesuaikan dengan lebar layar dan bentuk antarmuka.

Namun, Flegon menambahkan bahwa smartphone Samsung lain, yakni seri Galaxy S6, juga akan turut memperoleh aksesori ketik QWERTY dalam waktu dekat.

Tak pakai baterai

Papan ketik Keyboard Case tidak memiliki sambungan fisik ataupun nirkabel dengan perangkat tempatnya terpasang.

Di dalam tubuh Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus terdapat sensor khusus yang akan mendeteksi saat pengguna memasang Keyboard Cover di layar.

Begitu Keyboard Case bertengger, maka lebar tampilan antarmuka (UI) pun menyesuaikan. Batas bagian bawah naik hingga tak tersembunyi oleh keyboard.

“Cara kerja sensor ini mirip dengan aksesori Smart Case. Karena tak membutuhkan listrik, ia pun tak memboroskan baterai perangkat,” terang Flegon.

Keyboard Case terdiri dari dua bagian, yakni unit papan ketik itu sendiri yang ditempatkan di bagian muka perangkat, serta bagian belakang yang berfungsi sebagai penyangga keyboard ketika terpasang.

Saat sedang tidak dipakai, pengguna bisa memindahkan letak unit papan ketik ke sisi belakang sehingga tak mengganggu proses navigasi dengan touchscreen.

Selasa, 18 Agustus 2015

Senjata Lipat Samsung, Didukung Prosesor Tinggi

Ponsel Lipat Samsung Dipersenjatai Snapdragon 808
Samsung SM-G9198
Di luar gegap gempita Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge+, Samsung sebenarnya masih punya satu kejutan. Yakni sebuah ponsel flip yang dipersenjatai chipset Qualcomm Snapdragon 808.

Samsung mengungkap ponsel lipat Android terbarunya yang memiliki nama SM-G9198. Sayangnya, ponsel filp anyarnya itu eksklusif diperuntukkan hanya bagi pasar gadget Tiongkok.

Ya, ponsel dengan jenis seperti ini memang masih memiliki pasar yang sangat besar di Asia. Sayangnya, kebanyakan ponsel flip Android yang beredar hanya dibekali spesifikasi menengah. Untuk menjadi pembeda, maka Samsung kemudian membekali ponsel flipnya dengan jeroan dan fitur yang mewah.

handset ini hadir dengan layar Super AMOLED 3,9 inch (1.280x768 pixel). Seperti yang Anda lihat pada gambar di atas, layar perangkat ini terbagi menjadi dua, yakni ketika Anda membuka dan menutupnya. Ketika ditutup, layar ini bisa menampilkan informasi berupa jam dan notifikasi.

Untuk urusan dapur pacu, SM-G9198 diperkuat dengan prosesor serupa yang dipakai oleh LG pada perangkat G4 miliknya, yakni Qualcomm Snapdragon 808. Sayang, belum ada bocoran mengenai berapa besaran RAM yang dipakai. Namun kuat dugaan bahwa Samsung akan membenamkan RAM 2 GB pada perangkatnya.

Walau kapasitas memori internalnya hanya 16 GB, tapi Samsung membekali perangkatnya dengan slot microSD yang dapat diekspansi hingga 128 GB. Pasokan daya perangkat ini tidak terlalu besar, dimana ia hanya memiliki baterai berkapasitas 2.020 mAh yang diklaim mampu bertahan 189 waktu stand-by.

Masuk ke sektor hiburan, SM-G9198 dilengkapi dengan kamera utama 16 MP dengan bukaan f/1.9 dan kamera depan 6 MP yang bisa dipakai untuk selfie dan video call. Belum jelas apakah Samsung akan mengedarkannya di luar Tiongkok, mengingat ponsel jenis ini kerap mengalami kegagalan di pasar barat.


Senin, 17 Agustus 2015

Samsung Note 5 Meluncur Dengan RAM 4GB

Samsung Note 5
Ketika meresmikan kehadiran Galaxy Note 5 dalam sebuah acara di New York, AS, akhir minggu lalu, Samsung menyebutkan bahwa "phablet" tersebut dibekali dengan memori utama alias RAM (Random Access Memory) berkapasitas 4 GB, jumlah terbesar yang pernah ditanamkan dalam gadget mobile Samsung.

Sebenarnya apa perlunya kapasitas RAM yang berlimpah? Pengamat gadget Lucky Sebastian dari komunitas Gadtorade berbagi pandangan mengenai hal ini.

"Pengguna smartphone masa kini menjalankan banyak aplikasi yang memakan tempat pada RAM, misalnya saja aplikasi media sosial yang terus berjalan di latar belakang. Ini bisa membuat kinerja ponsel terhambat apabila kapasitas RAM sampai terpakai semua.

RAM, kata Lucky, tak ubahnya "jalan raya" untuk menjalankan "mobil" (aplikasi). Saat sebuah aplikasi dijalankan, data-data program akan diambil dari media penyimpanan atau internal storage, seperti mobil yang dikeluarkan dari garasi untuk dipakai di jalanan.

"Saat jalanan ini penuh, maka mobil yang baru berjalan tak bisa masuk. Mobil (aplikasi) lain harus dipinggirkan dulu untuk sementara. Proses inilah yang menghambat kinerja dan menghasilkan lag," kata Lucky memberi perumpamaan.

Dengan menyediakan RAM sebesar 4GB, maka Samsung memperlebar "jalanan" untuk aplikasi sehingga pengguna bisa menjalankan lebih banyak program sekaligus tanpa mengalami lagging. 

Lucky menambahkan bahwa gadget seri Galaxy Note memang membutuhkan RAM dalam jumlah besar mengingat perangkat yang bersangkutan harus senantiasa menjalankan aplikasi-aplikasi pendukung untuk stylus S Pen. 

"Karena itu, dengan menyediakan RAM 4 GB, pengalaman pengguna dalam memakai Galaxy Note 5 bisa dibuat menjadi lebih nyaman," tutupnya.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Virtual Reality Dari Samsung Temani Note 5 dan S6 Edge Plus

Virtual Reality
Selepas peluncuran Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge+, Samsung menyiapkan aksesoris pendukungnya. Setelah cover keyboard yang bikin ponsel flagship Samsung punya rasa Blackberry, kini giliran perangkat virtual reality (VR) yang juga telah disiapkan Samsung.

Adalah Gear VR, aksesoris yang akan dirilis Samsung untuk kedua phablet andalannya. Namun CEO Samsung, JK Shin mengatakan headset VR yang sudah memasuki generasi ketiga ini baru akan dirilis di gelaran IFA 2015 mendatang.

Sayang petinggi Samsung tersebut belum mau membeberkan improvisasi seperti apa yang bakal dimiliki Gear VR generasi ketiga itu. Tapi dengan campur tangan Oculus dibalik pengembangannya,bukan tak mungkin Gear VR generasi ketiga menjanjikan pengalaman yang lebih menakjubkan.

Soal harga juga memang belum diungkap. Tapi bila merujuk pada Gear VR generasi sebelumnya yang dibanderol seharga USD 199, spekulasi mengatakan harga Gear VR generasi ketiga tak akan jauh-jauh dari USD 200.

Selain Gear VR anyar, di IFA 2015 Samsung kabarnya juga akan mengumumkan jam tangan pintar terbarunya. Namun sebenarnya Samsung sendiri telah memamerkan perangkat wearable ini di sela-sela peluncuran Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge+. Perusahaan Korea Selatan ini menamai jam tangan pintar tersebut dengan sebutan Gear S2.

Kamis, 13 Agustus 2015

Hari ini Samsung Resmi Perkenalkan Punggawa Baru S6 Edge Plus dan Note 5

Note 5 dan S6 Edge Plus

Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus. Keduanya merupakan "phablet" model terbaru dari pabrikan gadget Korea Selatan tersebut yang sama-sama mengusung ukuran layar 5,7 inci. 

Direktur Pemasaran Produk Samsung Amerika Serikat Drew Blackard menerangkan bahwa baik Galaxy Note 5 maupun Galaxy S6 Edge Plus sama-sama menggunakan deretan perangkat keras yang sama.

Kedua phablet teranyar ini diperkuat prosesor 64-bit octa-core Exynos 7420 (4 inti 2,1 GHz dan 4 inti 1,5 GHz), RAM 4GB, kapasitas media penyimpanan 32GB atau 64GB, resolusi layar Quad-HD (2560x1440), serta kamera 16 megapixel dengan OIS.

"Bedanya terletak pada jenis layar, di mana Galaxy S6 Edge Plus menggunakan curved display dengan pinggiran melengkung seperti pada smartphone Galaxy S6 Edge, sementara Galaxy Note 5 dibekali stylus S Pen seperti yang sudah menjadi tradisi seri Galaxy Note," terang Blackard.

"Tujuan pemakaiannya pun beda. Galaxy S6 Edge Plus lebih ditujukan untuk menikmati aneka konten multimedia, sementara Galaxy Note 5 lebih untuk menunjang urusan produktivitas," lanjut dia.

Perbedaan lain terletak pada dimensi fisik kedua perangkat yang bersangkutan, di mana Galaxy S6 Edge Plus sedikit lebih tipis dan ringan dibandingkan Galaxy Note 5 (6,9mm, 153 gram, berbanding 7,6mm, 171 gram).

Fitur-fitur lain yang turut dihadirkan di kedua perangkat mencakup kemampuan fast-charging, wireless charging, serta metode pembayaran Samsung Pay yang berbasis NFC dan simulasi kartu magnetik.

Rabu, 12 Agustus 2015

Telkomsel Bekerja Sama Dengan Samsung, Untuk Kembangkan Aplikasi

Samsung dan Telkomsel
Operator Telkomsel bekerja sama dengan raksasa elektronik Korea, Samsung mengelar ajang kompetisi pembuatan aplikasi yang diberi nama Indonesia Next Apps 2.0. Kompetisi ini sebagai kelanjutan dari kompetisi serupa di tahun sebelumnya.

Selain melibatkan Telkomsel sebagai operator seluler penyelenggara  di Indonesia, kompetisi ini juga didukung berbagai operator seluler di negara lainnya yang merupakan bagian dari Singtel Group, yaitu Singtel (Singapura), Optus (Australia), AIS (Thailand), dan Globe Telecom (Filipina). 

Startup yang terpilih dari kompetisi Indonesia Next Apps 2.0 akan memiliki kesempatan untuk memasarkan aplikasinya di pasar masing-masing negara tersebut bahkan ke tingkat regional Singtel Group.

Tema yang dipilih sebagai fokus utama program ini berbasis Internet of Things (IoT), antara lain Smart Living, Health Services, dan On-Demand Economy Services. 

"Program ini dapat menjadi stimulan agar karya anak bangsa  bisa mendapatkan tempat sampai ke panggung regional," ujar Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, 

Sementara Head of Samsung Mobile Product Marketing, Joedi Wisoeda menambahkan, "Kami yakin bahwa developer Indonesia dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan negara ini dengan menciptakan aplikasi yang sesuai.”

Rangkaian program Indonesia Next App 2.0 akan dimulai dengan workshop di 2 kota, yaitu di Jogjakarta (Jogjakarta Digital Valley) pada 19 Agustus 2015, dan Bandung (GraPARI Digilife Dago) pada 21 Agustus 2015.  

Dua pemenang dari Indonesia Next App 2.0 akan mendapatkan hadiah total sebesar USD $20,000 dan berkesempatan diikutsertakan dalam Singtel Group-Samsung Regional Mobile App Challenge. Mereka akan diundang untuk program mentorship di Singapura sebagai persiapan sebelum pitching pada Grand Final yang akan diadakan di Jakarta pada 8 Desember 2015.  
 
Pemenang dari Singtel Group-Samsung Regional Mobile App Challenge akan menerima hadiah uang tunai sebesar SGD $10,000, dan mendapatkan Marketing Support baik dalam skala lokal maupun regional sehingga aplikasi atau layanan tersebut dapat dinikmati oleh lebih dari 550 juta pelanggan Singtel Group dilebih dari 25 negara. 

Jumat, 07 Agustus 2015

Mulai 2016 Semua Vendor Ponsel Diwajibkan Rakit Ponsel di Indonesia

Handphone

Sejumlah merek ponsel yang beredar di dalam negeri terancam tak lagi bisa beredar, bila importir dan produsen merek tersebut tak menanamkan investasinya di Indonesia.

Pemerintah memberi waktu hingga Februari 2016 bagi mereka, untuk segera merealisasikan investasinya merakit atau lebih baik lagi proses manufaktur atau produksi.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Kementerian Perindustrian, Ignasius Warsito mengatakan, sesuai dengan ‎Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 38 Tahun 2013, tentang Ketentuan Impor Ponsel, Handheld, dan Tablet, importir terdaftar (IT) wajib menanamkan investasi dalam bentuk apapun di Indonesia, termasuk merakit ponsel.

"Mereka sudah berkomitmen untuk merakit di sini. Istilahnya investasi, dalam bentuk apapun. Tak harus bangun pabrik, bisa juga design house, research and development di sini. Jatuh temponya dalam 3 tahun, yaitu Februari 2016," tutur Warsito.

Jika komitmen tersebut dilanggar, maka merek-merek tersebut tak‎ bisa beredar di Indonesia. "Nanti otomatis akan kesetop sendiri. Dia kan nggak bangun (perakitan), berarti dia nggak mau. Otomatis impornya pun akan kesetop sendiri. Tapi kalau impor boleh seperti untuk uji pasar, tapi tidak lebih dari setahun," tutur Warsito.

Ketentuan tersebut berlaku untuk seluruh importir merek ponse‎l yang masuk ke Indonesia. Nantinya juga, pemerintah bakal mengarahkan importir-importir yang jumlahnya cukup banyak, termasuk distributor tersebut untuk hanya memegang satu merek saja.

Tujuannya adalah agar pengawasan terhadap IMEI atau nomor ponsel lebih jelas, dan mengurangi beredarnya ponsel ilegal.


Rabu, 05 Agustus 2015

Bocora Demi Bocoran Untuk Note 5 Terus Muncul

Galaxy Note 5 Tak Henti Menampakkan Diri
Penampakan NOTE 5

Peluncuran resmi Galaxy Note 5 pertengahan Agustus ini bisa jadi bukan lagi kejutan. Soalnya bocoran soal smartphone jagoan baru itu tak henti bermunculan, baik spek maupun fotonya. Kali ini, terlihat jelas bocoran Note 5 dalam genggaman tangan.

Terlihat smartphone dengan ciri khas stylus ini cukup besar dalam genggaman tangan. Memang seri Galaxy Note masuk kategori phablet sehingga ukurannya jumbo.

Desainnya tampaknya benar-benar unibodi dan memakai bahan premium. Tapi kapasitas baterai dirumorkan 'hanya' 3.000 mAh. Beberapa waktu lalu, bocoran spesifikasi kunci Note 5 pun sudah beredar.

Note 5 kabarnya bakal mengusung bentang layar 5,66 inch resolusi Quad HD. Sedangkan dapur pacunya dibekali chipset Exynos 7420, sama seperti yang terdapat di Galaxy S6, yang ditunjang dengan RAM 4 GB.

Adapun memori internal sebesar 32 GB dan kemungkinan ada opsi kapasitas memori yang lain. Spek lain meliputi kamera 16 megapixel dan kamera depan 5 megapixel. Stylus S Pen yang jadi ciri khas Galaxy Note barangkali juga akan mengusung fitur baru nan canggih.

Tampak Atas Dan Bawah

Selasa, 04 Agustus 2015

Setelah Meluncurnya S6 Gimana Nasib S4 ?

Samsung S4 & S3

Meski ponsel premiumnya sudah sampai seri Galaxy S6, Samsung nyatanya belum melupakan Galaxy S4 yang sudah ketinggalan dua generasi. Perusahaan Korea ini baru saja memperbaharui versi mini dari Galaxy S4 yang dinamai Galaxy S4 Mini Plus.

Tapi meski punya embel-embel ‘Plus’, jangan berpikir soal layar yang lebih besar seperti ponsel Plus yang beredar saat ini. Pasalnya tambahan nama Plus di Galaxy S4 Mini terbaru ini semata-mata mengacu pada spesifikasi yang meningkat.

Pun demikian, peningkatannya juga tak banyak-banyak amat karena cuma terletak di bagian prosesornya. Galaxy S4 Mini Plus sekarang pakai prosesor 64 bit Snapdragon 410, sedangkan Galaxy S4 Mini dulunya masih Snapdragon 400. Artinya, Galaxy S4 Mini Plus dipastikan juga sudah mendukung konektivitas 4G LTE.

Selebihnya sama persis, besaran RAM tetap 1,5 GB, begitu pun memori internal yang masih 8 GB dengan tambahan slot micro SD. Kameranya juga dipertahankan kemampuannya di angka 8 MP, termasuk kamera depannya yang kemampuannya 1,9 MP.

Layarnya juga tetap memiliki bentang 4,3 inch dengan resolusi yang masih qHD (960x540 pixel). Bahkan sistem operasinya juga masih berbasis Android 4.4 KitKat, sama seperti yang dipakai Galaxy S4 Mini lawas. Padahal saat ini sudah sampai Android 5.1 Lollipop, tapi bukan tak mungkin Samsung akan segera menghadirkan update-nya.

Mengenai harga, Galaxy S4 Mini Plus nyatanya ditawarkan dengan banderol yang tak terlalu mahal. Samsung menghargai ponsel terbarunya ini mulai dari USD 208 atau sekitar Rp 2,8 juta.

Dibandingkan dengan ponsel sekelasnya seperti Moto G 2015 atau Redmi 2 versi RAM 2 GB yang ditawarkan di rentang harga Rp 1,8 juta sampai Rp 2,4 juta, Galaxy S4 Mini memang sedikit lebih mahal. Tapi dengan layanan after sales Samsung yang tersebar diman-mana, harga Galaxy S4 Mini Plus yang sedikit lebih mahal ini dirasa masih cukup masuk akal.

Senin, 27 Juli 2015

Ini Penampakan Dari Galaxy Samsung S6 mini

Samsung Galaxy S6 mini
Informasi seputar hardware yang bakal digunakan oleh Galaxy S6 Mini ini masih minim. Beberapa dugaan yang beredar di dunia maya memperlihatkan bahwa perangkat tersebut akan hadir dengan bentang layar 4,6 inci atau 4,7 inci dengan dukungan resolusi 720 piksel.

Jika rumor tersebut benar, Galaxy S6 Mini hanya sedikit lebih kecil dari versi originalnya. Sekadar informasi, Galaxy S6 memiliki layar dengan ukuran 5,1 inci dengan dukungan resolusi 1.440 x 2.560 piksel.

Dari segi "jeroan", Galaxy S6 Mini dikatakan akan menggunakan SoC Snapdragon 808 buatan Qualcomm, RAM 2 GB, dan kamera belakang 15 megapiksel.

Galaxy S6 Mini sendiri dilaporkan bakal diperkenalkan pada acara "Unpacked" paa 13 Agustus mendatang di New York, AS. 

Di acara itu, selain Mini, perusahaan asal Korea Selatan ini disinyalir bakal memperkenalkan berbagai smartphone lainnya, termasuk Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus.

Fisik Dan Tampilan Jelas Galaxy Note5 dan S6 EDGE Plus

Samsung S6 EDGE Plus
penampakkan terjelas dari Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus.

Di dalamnya antara lain terlihat bahwa nomor model dari Galaxy S6 Edge Plus adalah “SM-G28A” dan menjalankan sistem operasi Android 5.11 Lollipop.

Seperti bocoran sebelumnya, perangkat ini tampak seperti smartphone Galaxy S6 Edge dengan bagian pinggir kiri dan kanan layar yang melengkung dan pemindai sidik jari di tombol home. Hanya saja, ukuran layarnya lebih besar.

Adapun Galaxy Note 5 dalam bocoran foto terlihat sedang menampilkan teks yang menunjukkan tipe perangkat pada layar.

Galaxy Note 5 diprediksi bakal mengusung sejumlah hardware terkini dari Samsung, termasuk prosesor 64-bit octa-core Exynos 7422, RAM 4GB, baterai 4.100 mAh, serta konektor USB Type-C.

Sementara, spesifikasi Galaxy S6 Edge Plus diduga akan serupa dengan saudaranya, smartphone Galaxy S6 Edge.

Samsung biasanya mengumumkan seri Galaxy Note baru setiap bulan September. Namun, tahun ini pabrikan Korea tersebut kabarnya mempercepat kemunculan Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus untuk bulan Agustus mendatang.

Samsung Galaxy NOTE5

Minggu, 26 Juli 2015

Samsung Berhenti Kan Produk S6 128GB

Samsung S6
Hal ini pertama kali dilakukan Samsung di India. Di website resminya yang ada di negeri Bollywood itu, Samsung tak lagi menawarkan varian Galaxy S6 128 GB untuk konsumen India. Isu yang beredar menyebut alasan Samsung mensetop Galaxy S6 128 GB karena harganya yang terlampau mahal.

Sebagai informasi, Galaxy S6 32 GB ditawarkan senilai Rp 8,7 juta di India, sedangkan versi 64 GB dibanderol setara Rp 10,4 juta. Bandingkan dengan yang 128 GB, harganya mencapai Rp 12,9 juta. Sementara itu Galaxy S6 Edge 128 GB sudah menyentuh angka Rp 14,8 juta.

Di Indonesia sendiri, Galaxy S6 versi 128 GB memang tidak ditawarkan sejak awal peluncurannya. Petinggi Samsung Indonesia beralasan ingin terlebih dahulu melihat permintaan pasar. Tapi bila berkaca dari pasar India tersebut, jadi kecil kemungkinan Galaxy S6 versi 128 GB bakal dipasarkan di Indonesia.

Belum ada informasi apakah hal yang sama juga dilakukan Samsung di negara lain yang disambangi kedua varian Galaxy S6.