Laman

Tampilkan postingan dengan label smartphone terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smartphone terbaru. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2015

Meizu Akan Mewarnai Penjualan di Indonesia

Meizu

Di Indonesia, smartphone buatan Meizu hingga saat ini memang baru tersedia secara online lewat layanan e-commerce. Akan tetapi, dalam beberapa saat mendatang, strategi penjualan Meizu akan bertambah, yakni menjual perangkat secara offline.

Menurut May Wen, Country Manager of Meizu Indonesia, saat ini Meizu sedang berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan retail asal Indonesia untuk memasarkan perangkat buatannya. Sayangnya, ia masih enggan mengungkapkan dengan siapa saja perbincangan tersebut dilakukan.

"Menurut rencana, penjualan offline tersebut dimulai pada pertengahan atau paling tidak akhir bulan Oktober mendatang," ungkap May di sela-sela acara peluncuran Meizu M2 di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Masih menurut May, keputusan membawa produk Meizu ke channel penjualan offline untuk meningkatkan brand awareness. Selain itu, disadari juga bahwa penjualan lewat toko masih lebih digemari ketimbang melalui dunia maya.

"Saat ini, penjualan online di Indonesia masih lebih rendah dari segi pangsa pasar, penjualan offline ini untuk meningkatkan penjualan produk Meizu," tutur May.

Untuk awalnya, strategi penjualan offline ini akan dimulai terlebih dahulu di pulau Jawa. Untuk ke depannya, penjualan tentunya akan diperluas ke pulau-pulau lain di Indonesia.

"Meizu sedang berdiskusi dengan beberapa rekanan. Rencananya, dari hasil diskusi itu, kami akan membangun 17 kantor di pulau lain di luar Jawa," kata May. 

Kantor itu sendiri dikatakannya akan berfungsi sebagai tempat penjualan, sekaligus service center perangkat. 

Berbicara mengenai service center, Meizu saat ini memang belum memiliki service center buatan sendiri. Namun, mereka sudah bekerjasama dengan perusahaan bernama Star Selular untuk kegiatan perbaikan perangkat tersebut. 

Lebih lanjut, May menjelaskan bahwa penjualan offline diprediksi akan sedikit berdampak kepada harga perangkat. Smartphone yang dijual kemungkinan bisa mengalami sedikit kenaikan harga.

"Kami akan berusaha keras untuk menjaga harga produk offline tetap sama dengan online. Tetapi tampaknya akan sulit, harga perangkat kemungkinan sedikit naik," pungkas May.


Rabu, 09 September 2015

Duet iPhone 6s Dan 6s Plus, Dengan Spesifikasi yang Mumpuni

iPhone 6S dan 6S plus

CEO Apple Tim Cook mendefinisikan duet iPhone 6s dan 6s Plus sebagai smartphone paling spektakuler yang pernah ditelurkan Apple. Beberapa spesifikasi yang menjadi andalan adalah 3D Touch, kamera 12 megapiksel dan prosesor A9 teranyar.
"Satu-satunya hal yang diubah adalah segalanya," kata Tim Cook, dari live streaming peluncuran Apple, Kamis (10/9/2015) dinihari WIB.

Sepintas, iPhone 6s dan 6s Plus terlihat sama dengan suksesornya, iPhone 6 dan 6 Plus. Dari segi ukuran, iPhone 6s masih 4,7 inci dan 6s Plus masih 5,5 inci.

Namun, perbedaan akan tampak jika kedua ponsel ditelisik lebih jauh. Keduanya berbahan aluminum alloy terbaru dengan balutan kaca pelindung IoN-X teranyar. 

"Kaca IoN-X adalah yang paling kuat yang digunakan dalam industri smartphone," kata Senior Vice President Worldwide Marketing Apple Phil Schiller.

Pada layar, Apple menyematkan teknologi 3D Touch yang kurang lebih serupa dengan Force Touch pada Apple Watch. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna menekan, menggulir dan memijit layar untuk fungsi berbeda berdasarkan intensitas sentuhan.

Saat menekan dengan kekuatan ringan, fungsi yang dimunculkan akan berbeda dengan menekan kuat. Pun kala pengguna hendak menekan lama. Fungsi yang ditampilkan akan berbeda pula.

Sesuai namanya, 3D Touch memungkinkan pengguna menyentuh layar dari berbagai sisi (multitouch). Pengguna juga bisa mengimplementasikan gestur "klik kanan" pada mouse di desktop, ke iPhone 6s dan 6s Plus.

Peningkatan progresif juga dilakukan Apple dari sisi kamera. Kedua ponsel mengusung kamera 12 megapiksel dengan teknologi iSight.

Sejak peluncuran iPhone 4, baru kali ini Apple meningkatkan besaran piksel pada kamera ponselnya. Sebelumnya, Apple betah dengan kamera 8 megapiksel.

Pun telah ditingkatkan, kualitas kamera iPhone masih di bawah ponsel-ponsel Android dari segi besaran pikselnya. Pasalnya, smartphone keluaran Android kini mulai menyediakan fitur kamera dengan kualitas hingga 20 megapiksel.

Untuk urusan kamera, Apple memang tak berkiblat pada indikator piksel. Pabrikan Cupertino ini lebih fokus ke kualitas gambar pada umumnya dan performa cahaya rendah (low-light).

Sama seperti ponsel high-end yang diluncurkan belakangan, iPhone 6s dan 6s Plus juga mengakomodir kemampuan akses video 4K. Resolusi itu, dipadankan dengan tampilan Retina, diklaim akan memberi pengalaman menonton video yang lebih nyaman dan seakan nyata.

Adapula fitur "Live Photos" yang bisa menggerakkan gambar dengan menggabungkan dua foto. Mekanismenya sama seperti fitur "animation" pada Google Photos. Fitur ini dimaksudkan untuk membangun memori pengguna atas momen-momen berharga dalam hidupnya.

Semua spesifikasi dijalankan dengan prosesor A9 termutakhir. Jenis ini diklaim memiliki kecepatan CPU 70 persen dari suksesornya, A8. Kemampuan olah grafisnya juga dikatakan lebih cepat 90 persen dari prosesor sebelumnya.

Berikut daftar spesifikasi singkat iPhone 6s dan 6s Plus.

Tebal: 67 mm (iPhone 6s) dan 77,9 mm (iPhone 6s Plus) 
Bobot: 143 gram (iPhone 6s) dan 192 gram (iPhone 6s Plus)
Layar: 4,7 inci (iPhone 6s) dan 5,5 inci (iPhone 6s Plus) Retina display, resolusi video 4K
Prosesor: 64-bit A9 chip M9 motion coprocessor
Penyimpanan: 16/64/128 GB 
Kamera: 12 megapiksel (depan) dan 5 megapiksel (belakang) kamera iSight
Konektivitas: Wi-Fi dan LTE Advance 
Sensor: 3D Touch dan Touch ID 
Sistem operasi: iOS 9 
Warna: Gold, Silver, Space Gray, Rose Gold


Sabtu, 05 September 2015

Smartphone Kini Pun Mengetahui Kapan Kita Akan Bosan

Smartphone Bisa Deteksi Rasa Bosan
ilustrasi Smarphone

Fungsi ponsel semakin pintar. Dengan tambahan aplikasi atau software, smartphone bisa melakukan banyak hal, bahkan mendeteksi rasa bosan penggunanya.

Para peneliti dari Telefonica Research Barcelona, Spanyol, mengembangkan algoritma yang akan menentukan tingkat kebosanan seseorang, berdasarkan seberapa banyak mereka menggunakan smartphone.

Seperti dilansir Mirror, Jumat (4/9/2015), algoritma ini memperhitungkan berapa kali pengguna menerima panggilan, berkirim pesan, atau berapa kali pengguna memakai ponselnya.

Untuk menentukan seorang pengguna bosan atau tidak, peneliti bisa melihat dari aktivitas pada aplikasi besutannya. Aplikasi yang diinstal pada ponsel pengguna akan memunculkan pop up dan mengarahkan pengguna membaca artikel yang menarik di sebuah situs, ketika mendeteksi kebosanan.

Dalam studi yang berlangsung dua pekan ini, peneliti juga mengajukan sejumlah pertanyaan melalui aplikasi, untuk mengetahui tingkat kebosanan partisipan.

Jawaban mereka kemudian dikombinasikan dengan data dari ponsel si pengguna. Hasilnya, peneliti menemukan partisipan cenderung mengklik notifikasi kumpulan artikel dari BuzzFeed ketika merasa bosan.

Para peneliti mengklaim tingkat akurasi data yang mereka peroleh mencapai 83%. Riset ini masih akan terus dikembangkan, sehingga ke depan mereka bisa lebih detail mengetahui jenis konten seperti apa yang dilihat pengguna ponsel ketika mereka bosan.

Temuan ini akan unjuk gigi ke publik internasional untuk pertama kalinya, di konferensi UbiComp, di Jepang pekan depan.



Nokia Siap Dengan Punggawa Barunya

Ponsel Android Nokia Menampakkan Diri
Nokia

Setelah melepas divisi ponsel ke Microsoft, Nokia memilih fokus di bisnis infrastruktur telekomunikasi. Namun belakangan santer diberitakan kalau Nokia akan terjun kembali ke pasar ponsel memakai OS Android. Malah kini, penampakan ponsel Android Nokia telah muncul.

Sebuah render menampakkan bakal calon ponsel Android Nokia itu.Bentuknya cukup menarik dengan desain tipis. Karena masih render, kemungkinan nanti saat diluncurkan bentuknya akan berbeda.

Sebelumnya, Nokia telah menyebut akan kembali ke bisnis ponsel pada tahun 2016. Mantan pemilik gelar ponsel sejuta umat itu kini tengah sibuk mencari partner untuk dapat menunjang comeback-nya.

Setelah kegagalan memakai Windows Phone yang berakibat divisi ponselnya dilego ke Microsoft, dugaan kuat memang mengarah kalau Nokia akan mengandalkan Android. Tanda-tandanya sudah tampak sekarang ini. Pertama, Nokia sebenarnya telah merilis sebuah tablet Android bernama N1, bekerja sama dengan Foxconn.

Kemudian kedua, Nokia juga telah merilis launcher Android bernama Z Launcher. Dari dua tanda tersebut, terlihat kalau Nokia makin akrab dengan Android. Jadi ada probabilitas besar Nokia nantinya akan menggunakan OS 'robot hijau' itu. Kita tunggu saja tanggal mainnya.


Sabtu, 29 Agustus 2015

Apple Memberi Performa yang Baik Untuk Kamera iPhone 6S

iPhone 6S

Resolusi kamera di iPhone terbaru mungkin akhirnya bakal meningkat. Apple dirumorkan menyematkan lensa kamera 12 megapiksel pada iPhone 6s dan 6s Plus. Peningkatan ini termasuk jarang dilakukan perusahaan berlogo apel tergigit. 

Diketahui, sejak menelurkan iPhone 4s pada 2011, hingga iPhone 6 dan 6 Plus pada 2014, Apple masih setia menyematkan lensa kamera dengan resolusi 8 megapiksel. Walau, teknologi sensor tiap produk baru hampir selalu ditingkatkan.
Tak hanya dari segi kamera untuk menjepret, Apple juga dikabarkan menambah kemampuan yang signifikan untuk perekaman video. iPhone 6s dan 6s Plus dikabarkan bisa merekam video beresolusi 4k.

Sebelum iPhone, Samsung lebih dulu memboyong fitur perekaman 4k sejak menelurkan flagship Galaxy S5 tahun lalu. Selanjutnya pada Galaxy S6, Samsung kembali menyematkan fitur tersebut.

Kelebihan dari perekaman video 4k antara lain meningkatkan stabilitas dan ketajaman gambar, memudahkan pengeditan setelah penyutingan dan membuat gambar kompatibel dengan televisi masa kini.

Dari sisi kamera depan, Apple kabarnya membubuhi lampu kilat (flash) pada duet iPhone terbaru. Bagi pecinta selfie atau FaceTime, fitur ini akan sangat membantu di malam hari atau saat berada di ruangan bercahaya redup.

Kabar-kabar ini, walau santer terdengar, namun belum terkonfirmasi. Benar atau tidaknya bakal diketahui pada peluncuran iPhone 6s dan 6s Plus yang dijadwalkan pada 9 September mendatang.


Jumat, 28 Agustus 2015

Samsung Rasa Blackberry Dengan Keyboard QWERTY

S6 With Keyboard

Salah satu aksesori pendamping yang turut diperkenalkan bersama Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus adalah papan ketik QWERTY 

Dalam acara peluncuran kedua perangkat di Jakarta, Kamis (27/8/2015), pihak Samsung Indonesia memastikan bahwa alat bernama “Keyboard Case” ini akan turut tersedia di Indonesia.

“Ya, kami akan jual bersama dengan acara Consumer Launch Galaxy Note 5 di Grand Indonesia, 11-13 September nanti. Harganya Rp 850.000,” ujar Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Flegon Koen saat berbicara di panggung acara.

Akesori papan ketik QWERTY tersedia untuk Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus. Baru kedua perangkat itu yang mendapat “jatah” keyboard fisik, lantaran ukurannya disesuaikan dengan lebar layar dan bentuk antarmuka.

Namun, Flegon menambahkan bahwa smartphone Samsung lain, yakni seri Galaxy S6, juga akan turut memperoleh aksesori ketik QWERTY dalam waktu dekat.

Tak pakai baterai

Papan ketik Keyboard Case tidak memiliki sambungan fisik ataupun nirkabel dengan perangkat tempatnya terpasang.

Di dalam tubuh Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus terdapat sensor khusus yang akan mendeteksi saat pengguna memasang Keyboard Cover di layar.

Begitu Keyboard Case bertengger, maka lebar tampilan antarmuka (UI) pun menyesuaikan. Batas bagian bawah naik hingga tak tersembunyi oleh keyboard.

“Cara kerja sensor ini mirip dengan aksesori Smart Case. Karena tak membutuhkan listrik, ia pun tak memboroskan baterai perangkat,” terang Flegon.

Keyboard Case terdiri dari dua bagian, yakni unit papan ketik itu sendiri yang ditempatkan di bagian muka perangkat, serta bagian belakang yang berfungsi sebagai penyangga keyboard ketika terpasang.

Saat sedang tidak dipakai, pengguna bisa memindahkan letak unit papan ketik ke sisi belakang sehingga tak mengganggu proses navigasi dengan touchscreen.

Kamis, 27 Agustus 2015

LG G4 Unggul Di Kamera Yang Menawan

LG G4

Vendor smartphone Korea, LG sedang mencari jalan untuk kembali ke jalur kesuksesan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan meluncurkan smartphone flagship-nya pada tahun 2015 ini, LG G4.

Banyak harapan tinggi yang dibebankan LG kepada G4, karena smartphone tersebut menjadi andalannya di segmen high-end, bersaing dengan Samsung Galaxy S6 atau bahkan iPhone 6.

Lalu, mampukah G4 memenuhi tugas berat yang dibebankan LG? Atau setidaknya tampil lebih baik dari para pendahulunya. Berikut ulasan KompasTekno.

Desain

LG G4 memiliki desain layar yang sedikit cekung. LG mengatakan dalam peluncurannya layar tersebut akan memberikan ergonomi yang nyaman saat smartphone digenggam, atau saat ditempelkan di telinga saat menelepon.

Lengkungan dalam LG G4 tidak terlalu ekstrim, seperti yang dipakai LG dalam lini G Flex 2. Karena itu kelengkungan tersebut mungkin jarang terlihat saat seseorang melihatnya dari depan.

Karena desain yang sedikit cekung itulah maka permukaan layar G4 yang menggunakan materi Gorilla Glass 4 tidak akan menempel sepenuhnya saat smartphone diletakkan terbalik.

LG G4 di Design sedikit melengkung
LG G4 memiliki ukuran layar 5,5 inci. Namun karena LG menempatkan tombol softkey khas Android, yaitu tombol Home, Back dan Menu, ditambah tombol Dual Screen di deretan bawah layar, maka layar utama jadi terpotong.

Tidak ada tombol fisik yang nampak di wajah smartphone. Begitu juga di bagian sisi-sisi yang biasanya bertengger tombol daya (lockscreen) dan volume di smartphone Android pada umumnya. 

Alih-alih, LG menempatkan tombol tersebut menjadi satu di punggung smartphone. Tombol daya (lockscreen) berada di tengah diapit oleh tombol volume Up and Down yang mengapit di bagian atas dan bawahnya.

Bagi yang terbiasa menggunakan tombol fisik di samping, mungkin akan butuh waktu untuk penyesuaian. Pengalaman KompasTekno, agak sulit untuk membedakan mana tombol locksreen dan mana tombol volume saat diraba dengan jari telunjuk.

Sementara itu, port audio 3,5 mm dan port micro USB terdapat di sisi bawah smartphone.

LG G4

LG G4
Sebenarnya, LG G4 memiliki varian cover bagian belakang yang dilapisi dengan bahan kulit yang dijahit secara eksklusif, namun unit yang diterima KompasTekno adalah varian cover plastik dengan corak Diamond Cut.

Ada empat pilihan warna untuk pembungkus punggung G4 berbahan kulit. Di antaranya hitam, coklat, krem, dan merah. Selain berbahan kulit, adapula bahan lain yang bisa dipilih untuk cover G4, yakni Ceramic White, Metallic Gray dan Shiny Gold.

Spesifikasi

LG G4 hadir dengan spesifikasi yang cukup tinggi. Smartphone ini memiliki layar ukuran 5,5 inci dengan resolusi Quad HD (1.440 x 2.560 piksel) dan teknologi layar IPS Quantum.

Resolusi layar LG G4 sama dengan resolusi Samsung Galaxy S6, namun lebih tinggi dibandingkan dengan resolusi layar HTC One M9 dan iPhone 6 dan 6 Plus dengan resolusi Full HD (1080 x 1920).

Tingkat kerapatan piksel LG G4 mencapai 538 ppi dan dilengkapi dengan fitur lapisan anti gores Gorilla Glass 4.

Dari segi "jeroan", LG G4 dipersenjatai dengan chipset Snapdragon 808 buatan Qualcomm. Pilihan chipset ini terlihat berbeda ketimbang smartphone flagship buatan vendor lain yang mengusung chipset Snapdragon 810. 

Kemungkinan, LG mencoba bermain aman karena pada saat diperkenalkan oleh Qualcomm pertama kali, chipset Snapdragon 810 mengalami kendala yang mudah cepat panas.

Dalam hal kamera, LG G4 mengusung sensor resolusi 16 megapiksel buatan Sony. Diafragma lensa yang dimiliki kamera LG G4 tergolong lebar, f/1,8 ditambah dengan fitur optical image stabilization (OIS) generasi kedua. 

Selain memiliki setting pemotretan manual, LG G4 juga bisa menghasilkan foto format RAW.

Bagi pecinta selfie, G4 menyediakan kamera 8 megapiksel dengan peningkatan kontrol gestur dan dapat membidik banyak selfie sekaligus.

Untuk memori, G4 dibekali dengan RAM 3 GB dengan penyimpanan internal 32 GB. Tak hanya itu, G4 menyediakan penyimpanan Google Drive gratis sebanyak 100 GB selama dua tahun.

Performa

menguji LG G4 dengan menjalankan tes Antutu Benchmark untuk mengetahui skor-nya dibanding perangkat Android lain.

Selain itu, KompasTekno juga menjalankan pengujian PCMark for Android untuk mengetahui daya tahan baterainya.

Dari segi performa, menurut Antutu, LG G4 memiliki skor cukup tinggi, 48.946. Skor tersebut menempatkan LG G4 di atas Galaxy Note 4 dan Asus Zenfone 2, HTC One M8, serta Xiaomi Mi4.

Sementara dalam uji ketahanan baterai, LG G4 memiliki rating baterai sekitar 6 jam 30 menit berdasar hasil uji Work Battery Life di aplikasi PCMark Android. Daya tahan baterai ini setara dengan HTC One M9, namun tertinggal dari Samsung Galaxy S6 yang memiliki rating sekitar 7 jam. 

Untuk masa pengisian baterai, LG G4 baru penuh diisi ulang dalam waktu sekitar 2 jam. Sementara, Galaxy S6 memiliki waktu isi ulang baterai yang lebih cepat, sekitar 70 menit.

Hasil Antutu 

Perbandingan Denga Xiaomi Mi4

Kamera

Kamera adalah salah satu fitur unggulan G4. Dengan sensor kamera 16 MP, G4 diklaim mampu menyaingi kualitas kamera DSLR. Bukaan diafragma lensa f/1,8 yang sedikit lebih besar dibandingkan lensa yang diusung Samsung Galaxy S6 (f/1,9) diklaim LG memungkinkan cahaya masuk 80 persen lebih banyak ke sensor sehingga tak perlu khawatir dengan kondisi lowlight.

Bukaan lensa f/1,8 milik LG G4 ini juga lebih besar dibandingkan dengan lensa yang diusung iPhone 6 dan HTC One M9, yaitu f/2,2. Selain mampu menerima cahaya lebih banyak, bukaan yang lebar juga memungkinkan membuat foto dengan DOF (depth of field) yang dalam, atau background terlihat lebih blur, efek yang banyak disukai fotografer.

Kamera G4 juga diperkuat oleh optical image stabilization (OIS) generasi kedua yang diusung. Dengan OIS 2.0 ini, kamera bisa lebih stabil menghadapi goncangan tangan saat membidik gambar. Sehingga fokus gambar dapat terjaga.

Modul laser fokus yang ditambahkan LG di bagian belakang juga diklaim mampu memberikan waktu fokus yang cepat. Namun dalam praktiknya di lapangan, KompasTekno merasakan kecepatannya biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan smartphone sekelasnya.

Untuk pertama kalinya, G4 juga menyediakan penyetelan manual yang tergolong komplit. Pengguna dapat menyetel sendiri fokus, shutter speed, diafragma, ISO, exposure, dan white balance untuk tiap pembidikan. Bahkan terdapat setting white balance Kelvin (2.400 - 7.400). Pengalaman ini bagaikan menjajal kamera profesional.

Selain kamera utama, G4 juga menyematkan kamera depan 8 MP bagi mereka yang suka selfie. Dengan kontrol gestur, selfie dapat dilakukan sebanyak 4 kali berturut-turut.

Fitur "Voice Shutter" pada software kamera LG G4 memungkinkan pembidikan yang lebih cepat dan mudah dengan perintah suara. 

Dalam hal kualitas foto, G4 mampu menghasilkan foto yang tajam. Saat pemakaian di siang hari, foto cenderung terlihat over-expose, terlihat warna langit yang cenderung putih. 

Kekurangan ini bisa diatasi dengan menggunakan mode HDR. Rentang dinamis kamera menjadi lebih lebar sehingga mampu mempertahankan area berbayang dan terang, walau nampak sedikit kurang natural.

Dalam kondisi indoor, atau minim cahaya, bintik foto mulai terlihat di setting ISO 1500 ke atas. Foto dengan ISO maksimal 7500 terlihat berbintik kasar dan detilnya pun berkurang.

Hasil Kamera LG G4
Kesimpulan

LG G4 adalah smartphone Android dengan bobot yang ringan dan antarmuka yang cepat, sebagaimana ciri smartphone high end lainnya.

Perubahan tata letak tombol fisik yang dianut oleh LG mungkin membutuhkan penyesuaian bagi pengguna smartphone Android.

Daya tahan baterai tergolong rata-rata smartphone high-end lainnya yang ada di pasaran saat ini.

Dengan G4, LG nampaknya lebih serius menggarap sektor kamera. Banyaknya fitur dan pilihan setting Manual yang diberikan bisa menjadikan LG G4 sebagai kamera cadangan oleh fotografer.

Smartphone ini cocok bagi mereka yang mencari fitur kamera yang komplit.



Tablet Asus Resmi Masuk Pasar Indonesia

ZenPad 7.0
 Asus menunjukkan keseriusannya bermain di pasar tablet Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Asus langsung merilis dua seri tablet terbarunya yang masuk ke keluarga ZenPad 7.0, Kamis (27/8/2015).

Kedua perangkat yang sama-sama memiliki bentang layar 7 inci tersebut masing-masing memiliki nama ZenPad C Z170CG dan ZenPad 370. 

Untuk mudahnya, ZenPad CZ170CG akan disebut sebagai ZenPad C 7.0. Sedangkan sang kakak, Z370 akan disebut sebagai ZenPad 7.0.

"Lahir" bersamaan, kedua perangkat tersebut tidak memiliki perbedaan dari segi desain. Keduanya memiliki ujung yang sedikit membundar dan casing plastik bergaya kulit di bagian belakangnya.

Menurut Pratiwi Winata, Tablet Product Manager Asus Indonesia, sebenarnya ada sedikit perbedaan. ZenPad 7.0 akan hadir dengan desain sedikit lebih premium. Nantinya, ia akan langsung dilengkapi dengan cover kulit, mirip seperti dompet.

ZenPad 7.0

Selain itu, casing bagian belakangnya pun bisa diganti-ganti dengan lima pilihan warna. Ada juga casing yang dilengkapi baterai 3.450 mAh dan audio cover (cover yang dilengkapi speaker 5.1) dengan tambahan baterai 2.500 mAh.

"Untuk ZenPad C 7.0, casing belakangnya tidak bisa diganti," ujar Pratiwi dalam acara peluncuran ZenPad 7 di Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Untuk urusan layar, keduanya sama-sama menggunakan layar IPS 7 inci, tetapi dengan dukungan resolusi yang berbeda. ZenPad C 7.0 mendukung resolusi 1.024 x 600 WVGA dan ZenPad 7.0 mendukung 1.280 x 800 piksel WXGA.

Kedua layar tersebut memiliki sudut penglihatan sebesar 178 derajat. "Pengguna bisa melihat gambar dengan lebih jelas dari berbagai arah," tutur Pratiwi.

Dari bagian "otak", kedua seri tersebut menggunakan prosesor Intel terbaru, yakni Intel Atom X3-C3230RK (arsitektur Sovia) berkecepatan 1 GHz quad-core 64-bit. 

Kelengkapan lain dari ZenPad C 7.0 adalah RAM 1 GB, media penyimpanan internal 8 GB, dukungan kartu micro SD hingga 128 GB, kamera depan 0,3 megapiksel, kamera belakang 2 megapiksel, dukungan dual-SIM card di jaringan 3G, dan baterai 3.450 mAh.

Sementara itu, ZenPad 7.0 dibekali RAM 2 GB, media penyimpanan internal 16 GB, dukungan kartu Micro SD hingga 64 GB, kamera depan 2 megapiksel, kamera belakang 5 megapiksel, dual-SIM card di jaringan 3G, dan baterai 3.450 mAh.

Keduanya berjalan di sistem operasi Android 5.0 yang dipercantik dengan tampilan antarmuka Zen UI.

ZenPad C 7.0 akan dijual dengan banderol harga Rp 1,8 juta dan ZenPad 7.0 memiliki label harga Rp 2,2 juta. Keduanya akan tersedia dalam waktu dekat ini di Indonesia.


Mantan CEO Apple Terjun Dengan Amada Barunya

obi Worlphone
Mantan CEO Apple John Sculley membuat perusahaan smartphone bernama "Obi Worldphone". Menyasar pasar menengah ke bawah, merek tersebut hadir pertama kali dengan dua produk, yakni SF1 dan SJ1.5.
Keduanya berada pada kisaran harga di bawah 200 dollar AS. Walau harga produknya murah, Obi Worldphone beritikad menghadirkan desain unik untuk tiap produk.

"Kami berkomitmen untuk menjadi pemimpin desain untuk smartphone," kata Sculley.

Dengan visi tersebut, Obi Worldphone percaya diri dapat berkompetisi dengan vendor kenamaan seperti Apple dan Samsung. Menurut Sculley, perusahaan besar cenderung bergerak lebih lambat karena skalanya sudah besar.

"Obi Worldphone adalah startup baru yang masih segar dan bisa dengan cepat berinovasi dalam desain dan komponen-komponen lainnya," ia mengklaim.

SF1 adalah smartphone 5 inci yang tubuhnya dilapisi kaca fiber. Koneksinya sudah mendukung 4G/LTE. Adapun kamera depan dan belakang sebagai pelengkap fitur.

Semua kemampuan itu berjalan di atas prosesor Snapdragon 615, didukung RAM 2 GB dan kapasitas penyimpanan 16 GB. Harganya 199 dollar AS (Rp 2,8 juta).

Sedangkan versi lebih murah adalah SJ1.5 yang hadir dalam warna merah, hitam dan putih. Konektivitas ponsel ini baru mencapai 3G/HDSPA dan berjalan pada prosesor quad-core dari MediaTek. Harganya 129 dollar AS (Rp 1,8 juta).

Kedua ponsel memiliki dua slot kartu SIM. Beberapa negara awal yang bisa segera menjajal ponsel ini pada peluncuran Oktober mendatang antara lain Indonesia, Vietnam, Thailand, Saudi Arab, Kenya, Pakistan dan India.


Rabu, 26 Agustus 2015

Android Selfie dari Mito Dengan Harga Murah

Mito A330 dan A18

Vendor ponsel lokal, Mito juga menangkap tren "selfie" di tanah air dengan meluncurkan dua Android fitur kamera putar, yang masuk dalam keluarga Fantasy Selfie 2. Keduanya adalah Mito A330 dan A18.

"Smartphone selfie saat ini peminatnya memang cukup tinggi, dan memang sedang menjadi tren, Mito ikut dalam tren yang sedang berkembang sekarang," ujar Joshua Wisnu Wardhana, Marketing Manager Mito saat acara peluncuran di Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Ada dua alasan mengapa Mito menyebutnya sebagai smartphone selfie, yang pertama adalah resolusi kamera yang cukup tinggi untuk kamera depan. Mito A330 memiliki resolusi kamera 12 megapixel sementara A18 dengan resolusi 8 megapixel.

Yang kedua, Mito juga berinovasi dengan membuat kamera putar, sehingga kamera belakangnya juga berfungsi sebagai kamera depan saat diputar. Modul lensa kamera di bagian atas smartphone bisa diputar ke depan dan belakang untuk mempermudah selfie.

Kamera juga bisa langsung aktif saat pengguna memutar kamera ke arah depan dan langsung bisa digunakan.

Selain itu, Mito juga berinovasi dari segi fitur dengan menambahkan teknologi Voice Capture, Face Detection, dan Smile Recognition. Dengan fitur ini, kamera bisa langsung menjepret saat pengguna mengucapkan kata tertentu atau saat tersenyum.

Mito A330 memiliki spesifikasi layar 4,7 inci dengan prosesor Cortex A7 Quad Core 1,3 GHz, RAM 1 GB, penyimpana internal 8 GB, baterai 1700 mAh, dan menjalankan Android 4.4 KitKat. Smartphone ini dibanderol dengan harga Rp 1,4 juta.

Sementara Mito A18 dengan layar 4 inci memiliki spesifikasi yang sama, hanya saja penyimpanan internalnya lebih kecil, yaitu 4 GB, dengan baterai kapasitas 1500 mAh. Mito A18 dijual dengan harga Rp 900.000.


Nexus X Unggul Dibandingkan Galaxy S5

Nexus X

Smartphone Android Nexus generasi berikutnya dari Google agaknya bakal memiliki kinerja mumpuni. Hal itu tampak dari bocoran hasil benchmark Geekbench yang dilansir oleh Phone Arena.

Di dalamnya, tampak bahwa ponsel yang ramai disebut sebagai Nexus X itu mampu berlari lebih kencang dibandingkan smartphone lain yang ada saat ini.

Kinerja single-core Nexus X memang masih di bawah iPhone 6 dan iPhone 5S. Akan tetapi, begitu pengujian beralih ke multi-core, Nexus X menduduki posisi puncak tangga pengujian, Mengalahkan ponsel-ponsel Android lain, seperti Galaxy S5 dan HTC One M8.

Nexus 6 sendiri kabarnya memang akan dilengkapi rangkaian komponen high-end, mencakup prosesor Snapdragon quad-core 805, RAM 3 GB, baterai 3.200 mAh, serta sistem operasi Android L terbaru.

Layarnya termasuk "jumbo" dengan ukuran memcapai 6 inci. Demikian juga resolusinya yang dipatok pada standar Quad-HD (2560x1440).

Perangkat yang juga dikenal dengan kode nama "Shamu" ini merupakan hasil kerjasama Google dengan Motorola selaku produsen ponsel.

Biasanya Google mengumumkan ponsel Nexus baru pada bulan Oktober. Boleh jadi kehadiran Nexus 6 hanya tinggal menunggu hitungan hari.
Hasil Test GEEKBENCH



Ponsel Motorola Pertama Yang di Pasarkan Lenovo

Nexus 6
Lenovo memastikan akan membawa perangkat Android Motorola ke Indonesia. Vice President Lenovo, Dillon Ye mengatakan bahwa Lenovo bersiap memasarkan produk-produk Motorola ke Indonesia pada akhir tahun 2015 nanti. 

Lalu apa produk-produk pertama Motorola yang akan dihadirkan Lenovo di Indonesia?

Menjawab pertanyaan itu, Dillon menyebut smartphone Nexus 6 sebagai perangkat Motorola pertama yang akan dihadirkan Lenovo.

"Nexus 6 (yang pertama), walau sebenarnya itu adalah kolaborasi dengan Google juga," kata Dillon .

Selain Nexus 6, jam tangan pintar Moto 360 di kategori wearable juga akan mulai dipasarkan di Indonesia secara resmi. "Kami melihat pasar wearable juga prospektif di Indonesia," katanya.

Hadirnya Motorola di Indonesia akan memanfaatkan jaringan retail atau pemasaran milik Lenovo yang telah luas di Indonesia. "Kami akan mengintegrasikan tim penjualan, Lenovo memiliki rantai pemasaran global yang luas," tambah Dillon.

Seperti diketahui, Lenovo telah mengakuisisi unit bisnis mobile Motorola dari Google pada Oktober 2014 lalu. Dengan akuisisi tersebut, maka Lenovo akan menjadi pemilik brand dan teknologi Motorola dan berhak memasarkannya di pasar global.

Dillon juga memaparkan pentingnya Indonesia sebagai pasar Motorola. Sebagai negara dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, Indonesia sebagai negara berkembang memiliki penetrasi smartphone yang tinggi.

"Dalam tiga tahun ke depan, akan ada 42 juta smartphone, ini akan memperluas pangsa pasar Lenovo di Indoesia yang saat ini mencapai 16 persen," ujarnya.

Selain akan memasarkan produk-produk Motorola, Lenovo juga akan menunjukkan komitmennya ke pasar Indonesia dengan menjaring rekanan yang lebih luas.


Selasa, 18 Agustus 2015

Bocoran Desain Body Ponsel Nexus Terbaru Buatan Huawei

Nexus 6
ocoran desain body ponsel Nexus terbaru buatan Huawei bocor dan tersebar di dunia maya. Ponsel itu disebut sebagai Nexus 6 dan terlihat memiliki pemindai sidik jari yang disematkan di casing belakangnya.

akun Twitter @OnLeaks yang dikelola oleh Steve Hemmerstoffer mendapatkan foto desain Nexus 6 ini. Foto tersebut berasal dari blueprint perangkat yang sebenarnya ditujukan pada produsen aksesori.

@OnLeaks Pemindai sidik jari pada casing belakang Huawei Nexus 6
Huawei Nexus 6 diperkirakan memiliki dimensi tinggi sekitar 159,5 milimeter dan lebar sekitar 78,3 milimeter, termasuk tombol volume yang berada di tepinya. Foto tersebut juga memperlihatkan layar berukuran 5,7 inci.

Desas-desus yang beredar mengungkap bahwa Huawei membuat dua versi Nexus 6. Versi pertama memiliki ukuran 5,7 inci seperti bocoran ini, sedangkan versi kedua berukuran 5,5 inci.

Nexus terbaru diprediksi bakan meluncur pada Oktober atau November mendatang dengan sistem operasi Android Marshamallow. Namun tidak diketahui ponsel ukuran manakah yang akan benar-benar diluncurkan saat itu.

Selain Huawei, ada kemungkinan Google juga menunjuk LG untuk membuat ponsel Nexus terbaru. Bentuknya berupa pembaruan dari seri Nexus 5, dengan tambahan sensor pemindai sidik jari.


Senjata Lipat Samsung, Didukung Prosesor Tinggi

Ponsel Lipat Samsung Dipersenjatai Snapdragon 808
Samsung SM-G9198
Di luar gegap gempita Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge+, Samsung sebenarnya masih punya satu kejutan. Yakni sebuah ponsel flip yang dipersenjatai chipset Qualcomm Snapdragon 808.

Samsung mengungkap ponsel lipat Android terbarunya yang memiliki nama SM-G9198. Sayangnya, ponsel filp anyarnya itu eksklusif diperuntukkan hanya bagi pasar gadget Tiongkok.

Ya, ponsel dengan jenis seperti ini memang masih memiliki pasar yang sangat besar di Asia. Sayangnya, kebanyakan ponsel flip Android yang beredar hanya dibekali spesifikasi menengah. Untuk menjadi pembeda, maka Samsung kemudian membekali ponsel flipnya dengan jeroan dan fitur yang mewah.

handset ini hadir dengan layar Super AMOLED 3,9 inch (1.280x768 pixel). Seperti yang Anda lihat pada gambar di atas, layar perangkat ini terbagi menjadi dua, yakni ketika Anda membuka dan menutupnya. Ketika ditutup, layar ini bisa menampilkan informasi berupa jam dan notifikasi.

Untuk urusan dapur pacu, SM-G9198 diperkuat dengan prosesor serupa yang dipakai oleh LG pada perangkat G4 miliknya, yakni Qualcomm Snapdragon 808. Sayang, belum ada bocoran mengenai berapa besaran RAM yang dipakai. Namun kuat dugaan bahwa Samsung akan membenamkan RAM 2 GB pada perangkatnya.

Walau kapasitas memori internalnya hanya 16 GB, tapi Samsung membekali perangkatnya dengan slot microSD yang dapat diekspansi hingga 128 GB. Pasokan daya perangkat ini tidak terlalu besar, dimana ia hanya memiliki baterai berkapasitas 2.020 mAh yang diklaim mampu bertahan 189 waktu stand-by.

Masuk ke sektor hiburan, SM-G9198 dilengkapi dengan kamera utama 16 MP dengan bukaan f/1.9 dan kamera depan 6 MP yang bisa dipakai untuk selfie dan video call. Belum jelas apakah Samsung akan mengedarkannya di luar Tiongkok, mengingat ponsel jenis ini kerap mengalami kegagalan di pasar barat.


Senin, 17 Agustus 2015

Samsung Note 5 Meluncur Dengan RAM 4GB

Samsung Note 5
Ketika meresmikan kehadiran Galaxy Note 5 dalam sebuah acara di New York, AS, akhir minggu lalu, Samsung menyebutkan bahwa "phablet" tersebut dibekali dengan memori utama alias RAM (Random Access Memory) berkapasitas 4 GB, jumlah terbesar yang pernah ditanamkan dalam gadget mobile Samsung.

Sebenarnya apa perlunya kapasitas RAM yang berlimpah? Pengamat gadget Lucky Sebastian dari komunitas Gadtorade berbagi pandangan mengenai hal ini.

"Pengguna smartphone masa kini menjalankan banyak aplikasi yang memakan tempat pada RAM, misalnya saja aplikasi media sosial yang terus berjalan di latar belakang. Ini bisa membuat kinerja ponsel terhambat apabila kapasitas RAM sampai terpakai semua.

RAM, kata Lucky, tak ubahnya "jalan raya" untuk menjalankan "mobil" (aplikasi). Saat sebuah aplikasi dijalankan, data-data program akan diambil dari media penyimpanan atau internal storage, seperti mobil yang dikeluarkan dari garasi untuk dipakai di jalanan.

"Saat jalanan ini penuh, maka mobil yang baru berjalan tak bisa masuk. Mobil (aplikasi) lain harus dipinggirkan dulu untuk sementara. Proses inilah yang menghambat kinerja dan menghasilkan lag," kata Lucky memberi perumpamaan.

Dengan menyediakan RAM sebesar 4GB, maka Samsung memperlebar "jalanan" untuk aplikasi sehingga pengguna bisa menjalankan lebih banyak program sekaligus tanpa mengalami lagging. 

Lucky menambahkan bahwa gadget seri Galaxy Note memang membutuhkan RAM dalam jumlah besar mengingat perangkat yang bersangkutan harus senantiasa menjalankan aplikasi-aplikasi pendukung untuk stylus S Pen. 

"Karena itu, dengan menyediakan RAM 4 GB, pengalaman pengguna dalam memakai Galaxy Note 5 bisa dibuat menjadi lebih nyaman," tutupnya.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Virtual Reality Dari Samsung Temani Note 5 dan S6 Edge Plus

Virtual Reality
Selepas peluncuran Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge+, Samsung menyiapkan aksesoris pendukungnya. Setelah cover keyboard yang bikin ponsel flagship Samsung punya rasa Blackberry, kini giliran perangkat virtual reality (VR) yang juga telah disiapkan Samsung.

Adalah Gear VR, aksesoris yang akan dirilis Samsung untuk kedua phablet andalannya. Namun CEO Samsung, JK Shin mengatakan headset VR yang sudah memasuki generasi ketiga ini baru akan dirilis di gelaran IFA 2015 mendatang.

Sayang petinggi Samsung tersebut belum mau membeberkan improvisasi seperti apa yang bakal dimiliki Gear VR generasi ketiga itu. Tapi dengan campur tangan Oculus dibalik pengembangannya,bukan tak mungkin Gear VR generasi ketiga menjanjikan pengalaman yang lebih menakjubkan.

Soal harga juga memang belum diungkap. Tapi bila merujuk pada Gear VR generasi sebelumnya yang dibanderol seharga USD 199, spekulasi mengatakan harga Gear VR generasi ketiga tak akan jauh-jauh dari USD 200.

Selain Gear VR anyar, di IFA 2015 Samsung kabarnya juga akan mengumumkan jam tangan pintar terbarunya. Namun sebenarnya Samsung sendiri telah memamerkan perangkat wearable ini di sela-sela peluncuran Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge+. Perusahaan Korea Selatan ini menamai jam tangan pintar tersebut dengan sebutan Gear S2.

Kamis, 13 Agustus 2015

Hari ini Samsung Resmi Perkenalkan Punggawa Baru S6 Edge Plus dan Note 5

Note 5 dan S6 Edge Plus

Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus. Keduanya merupakan "phablet" model terbaru dari pabrikan gadget Korea Selatan tersebut yang sama-sama mengusung ukuran layar 5,7 inci. 

Direktur Pemasaran Produk Samsung Amerika Serikat Drew Blackard menerangkan bahwa baik Galaxy Note 5 maupun Galaxy S6 Edge Plus sama-sama menggunakan deretan perangkat keras yang sama.

Kedua phablet teranyar ini diperkuat prosesor 64-bit octa-core Exynos 7420 (4 inti 2,1 GHz dan 4 inti 1,5 GHz), RAM 4GB, kapasitas media penyimpanan 32GB atau 64GB, resolusi layar Quad-HD (2560x1440), serta kamera 16 megapixel dengan OIS.

"Bedanya terletak pada jenis layar, di mana Galaxy S6 Edge Plus menggunakan curved display dengan pinggiran melengkung seperti pada smartphone Galaxy S6 Edge, sementara Galaxy Note 5 dibekali stylus S Pen seperti yang sudah menjadi tradisi seri Galaxy Note," terang Blackard.

"Tujuan pemakaiannya pun beda. Galaxy S6 Edge Plus lebih ditujukan untuk menikmati aneka konten multimedia, sementara Galaxy Note 5 lebih untuk menunjang urusan produktivitas," lanjut dia.

Perbedaan lain terletak pada dimensi fisik kedua perangkat yang bersangkutan, di mana Galaxy S6 Edge Plus sedikit lebih tipis dan ringan dibandingkan Galaxy Note 5 (6,9mm, 153 gram, berbanding 7,6mm, 171 gram).

Fitur-fitur lain yang turut dihadirkan di kedua perangkat mencakup kemampuan fast-charging, wireless charging, serta metode pembayaran Samsung Pay yang berbasis NFC dan simulasi kartu magnetik.

Senin, 10 Agustus 2015

Blackberry Passport Silver Edition, Pakai OS Android ?

Blackberry OS Android

Sudah cukup banyak bocoran ponsel BlackBerry yang memakai sistem operasi Android. Kali ini, yang muncul lebih dari sekadar bocoran desain. Beberapa foto dan sebuah video singkat menunjukkan ponsel BlackBerry Passport Silver Edition yang menjalankan sistem operasi Android.

Biasanya, bocoran foto sejenis ini dibuat dengan cara menggunakan aplikasi launcher atau mengeditnya dengan aplikasi pengolah foto. Hal yang menarik dari bocoran ini adalah, baik foto maupun videonya menunjukkan bagian-bagian yang sulit ditiru jika memakai cara-cara tersebut.

tanda-tanda keaslian itu bisa ditemukan antara lain dalam ikon aplikasi BlackBerry Safeguard yang tidak mungkin ditiru dengan menggunakan launcher. Aplikasi ini merupakan khas BlackBerry, dan berfungsi sebagai penjaga keamanan perangkat.

Berikutnya adalah tampilan saat perangkat dimatikan (power off). Foto tersebut menunjukkan tulisan berbahasa Portugis "desligar" dan "encerrando" yang masing-masing berarti mematikan daya ponsel serta menutup aplikasi.

Blackberry OS Android
Antarmuka Blackberry Passport Silver Edition saat mematikan ponsel
Bagian ini dipastikan tidak mungkin ditiru menggunakan launcher. Selama ini, peran launcher pada Android memang dibatasi hanya pada mengutak-atik tampilan tema, dan tidak bisa mengutak-atik atau mengubah berbagai hal yang terkait tombol on/off, Bluetooth, dan Wi-Fi.

Tanda berikutnya adalah keyboard yang sensitif terhadap sentuhan. Dalam video diperlihatkan, pengguna BlackBerry Passport versi Android itu melakukan navigasi menggunakan usapan pada keyboard. Hal seperti ini juga tidak mungkin ditiru dengan menggunakan aplikasi launcher karena merupakan fitur bawaan gadget.

Sebelumnya, sebuah bocoran sempat beredar berupa desain BlackBerry Venice yang bersistem operasi Android. Namun, bocoran tersebut berupa desain 3D saja, berbeda dengan foto kali ini yang terlihat memakai ponsel asli, bahkan lengkap dengan video singkat.


Sabtu, 08 Agustus 2015

Microsoft Pakai Penerjemah Bahasa di Smartwatch

Smartwatch

Akhir minggu lalu, raksasa software Microsoft merilis serangkaian aplikasi untuk arloji pintar Android Wear dan Apple Watch. Selain client email Outlook, dan layanan cloud OneNote, salah satu di antaranya yang paling menarik adalah Translator.

 Microsoft translator adalah aplikasi penerjemah serupa Google Translate yang bisa digunakan di smartphone Android dan iPhone, juga di arloji-arloji pintar berbasis platform Google dan Apple tersebut. 

Cara penggunaannya terbilang mudah. Pemakai smartwatch cukup memberi perintah lisan kepada aplikasi Microsoft Translate untuk menerjemahkan kata atau frase yang dikehendaki.

Microsoft Microsoft Translator bisa berjalan di smartphone dan smartwatch Android
Aplikasi akan menampilkan teks dari kata-kata yang didikte oleh pengguna di layar, lalu memberikan terjemahannya dalam bentuk audio. Teks hasil terjemahan juga bisa di copy-paste ke aplikasi lain.

Saat ini Microsoft Translator sudah mendukung penerjemahan 50 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Inggris, Korea, China, hingga Ukraina dan Arab.

Microsoft masih melenggang sendirian di ranah aplikasi penerjemah smartwatch, karena Google diketahui belum menyediakan aplikasi Translate di platform arloji pintar.

Jumat, 07 Agustus 2015

Bocoran Untuk Smartphone Huawei Nexus

Fitur Huawei Nexus Terungkap dalam Video Singkat
Huawei Nexus ?

Google kemungkinan akan merilis dua jenis ponsel Nexus di tahun 2015 ini. Salah satunya adalah phablet yang dibuat oleh Huawei, yang baru-baru ini muncul bocorannya dalam sebuah video singkat berdurasi 10 detik.

Dalam video tersebut terlihat kalau ponsel berlayar besar itu mempunyai sensor sidik jari pada bagian belakangnya. Sementara tombol power dan volume terdapat pada bagian kanan ponsel -- seperti ponsel Huawei lainnya.

Sementara modul kamera di bagian belakang terlihat sangat mirip dengan Nexus 5 yang dibuat oleh LG pada tahun 2013. Lalu ada sebuah port charger di bagian bawah yang dari bentuknya terlihat seperti port USB-C.

Dari video tersebut sulit untuk menebak bahan apa yang digunakan Huawei pada bagian belakang ponsel, metal ataukah plastik. Meski jika dilihat lebih lanjut, bahan metalik alias mengkilap yang di belakang ponsel (lagi-lagi) mirip dengan LG Nexus 5.

Tak ada spesifikasi ponsel yang diberikan dalam video tersebut. Rumor sebelumnya menyebutkan bahwa Huawei Nexus akan menggunakan layar 5,7 inch AMOLED dengan resolusi QHD alias 1.440p.

Sementara prosesornya kemungkinan akan menggunakan Snapdragon 810 karena Snapdragon 820 belum diluncurkan Qualcomm.