Laman

Tampilkan postingan dengan label google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label google. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2015

Ternyata di Temukan Kelemahan Google

Google

Sebuah bug telah ditemukan di dalam browser atau peramban Chrome 45 versi desktop. Hanya dengan memasukkan sebuah tautan yang terdiri dari 16 karakter, peramban buatan Google tersebut bisa dibikin crash alias berhenti mendadak.

Hal tersebut ditemukan oleh seorang pria bernama Andris Atteka. Ia menceritakan penemuannya ini melalui blog pribadinya.

Dalam blog tersebut chrome bisa dibuat crash hanya dengan memasukkan beberapa karakter null di bagian kotak URL.

Awalnya, Atteka memberi contoh 26 karakter null yang bisa membuat Chrome berhenti beroperasi. Namun, pada akhirnya, 26 karakter tersebut bisa disederhanakan menjadi 16 karakter saja.

Begitu Anda memasukkan karakter tersebut ke bagian URL dan menekan enter, Chrome akan langsung crash. Bahkan, di beberapa kasus, pengguna tidak perlu menekan Enter. Secara otomatis, Chrome akan langsung berhenti mendadak.

Di kasus lainnya, saat pengguna mengarahkan kursor mouse ke hyperlink tautan tersebut, Chrome juga bisa berhenti mendadak.

Berikut ke-16 karakter tersebut: http://a/%%30%30. Jika Anda mengarahkan mouse ke tautan tersebut, dijamin Chrome tidak akan error. 

Ingin mencoba? Sebaiknya Anda cukup mengerti mengenai troubleshoot komputer. Jika tidak, sebaiknya jangan dicoba.

Saat pengguna memasukkan tautan tersebut, bisa saja seluruh tab menjadi bermasalah dan memaksa Chrome untuk berhenti bekerja. Di beberapa kasus lain, hanya tab dengan karakter null "berbahaya" itu saja yang berhenti.

Menurut Atteka, penjelasan di balik bug ini adalah adanya masalah pada DCHECK di bagian kode history GURL. Untungnya, ini bukanlah bug security, sehingga tidak mungkin dimanfaatkan oleh penjahat cyber untuk menyebarkan malware.

Oleh karena bukan celah yang bisa mengganggu keamanan, Atteka tidak mendapat hadiah dari Google. Sekadar informasi, Google memang menjanjikan sejumlah uang bagi yang bisa mengungkapkan celah keamanan berbahaya di setiap aplikasinya.

Celah tersebut tampaknya tidak berpengaruh untuk Chrome di Android, tetapi dilaporkan bermasalah di PC dan Mac. 

Hingga saat ini, Google masih belum memberikan komentarnya.


Sabtu, 05 September 2015

Inovasi Baru Dari Lambang Google

Google


Google memperkenalkan logo barunya pada Senin (1/9/2015) atau Selasa (2/9/2015) waktu Indonesia. 

logo baru yang dikenalkan Google hari ini menjadi logo ke enam yang dipakai Google sejak 1998 lalu, di luar logo yang dibuat sebelum Google diluncurkan (pre-launch).

Perubahan logo pertama yang dilakukan Google terjadi pada periode 1998 - 1999, tak lama setelah logo pertamanya diperkenalkan juga di tahun yang sama.

Kemudian, Google memperkenalkan logo baru dengan font yang lebih ranmpung pada akhir 1999. Logo ini juga bertahan hanya satu tahun, sebelum akhirnya pada 2010 Google kembali merombak desain logonya.

Logo yang dikenalkan di tahun 2010 tersebut bertahan cukup lama, yaitu tiga tahun, atau hingga 2013.

Perubahan logo Google di tahun 2013 mungkin menjadi perubahan logo yang sulit dikenali, pasalnya dari bentuk font tidak terjadi banyak perubahan, Google hanya mengubah logo yang semula nampak timbul menjadi lebih flat.

Hingga akhirnya pada 1 September 2015 atau (2 September waktu Indonesia) Google mengenalkan logo baru agar lebih sesuai dengan pergeseran tren perangkat yang dipakai oleh pengguna internet.

Logo Google yang baru ini diharapkan bisa lebih sesuai untuk semua jenis perangkat, bahkan yang memiliki "layar terkecil" sekalipun.


Minggu, 30 Agustus 2015

Google Tunjukan Jalan Berlubang

ilustrasi jalan rusak

Jalan berlubang kerap dianggap masalah sepele dan wajar. Padahal, kondisi itu dapat memicu kecelakaan fatal.
Mengendus masalah ini, Google pun mendaftarkan paten teknologi yang bisa menghindarkan pengemudi dari jalan rusak atau berlubang. Google mengklaim teknologinya akan jauh lebih akurat dan efisien dalam memetakan lubang di tiap jalan.

paten software pemetaan lubang jalan yang dimaksud menggunakan dua sensor. Yakni untuk GPS dan akselerometer vertikal.

Kedua sensor yang terdapat di gadget itu akan mengetahui letak lubang, mendokumentasikannya dan menyimpan informasi ke dalam cloud. Lalu sensor akan otomatis melaporkan kepada pengguna tentang jalan berlubang tersebut agar dapat dihindari.

Google bukanlah perusahaan pertama yang ingin menumpas masalah kecelakaan akibat jalan berlubang. Sebelumnya, ada aplikasi bernama "Street Bump" yang beroperasi di Boston, Amerika Serikat.

Aplikasi tersebut juga memanfaatkan sensor GPS dan akselerometer yang ada di ponsel. Namun, tiap kali mengemudi, pengguna harus memasukkan tujuannya terlebih dahulu ke aplikasi.

Jika lupa, maka Street Bump tak akan berfungsi. Sedangkan software Google memilih cara yang lebih praktis. Ke mana pun pengguna pergi, sensor akan otomatis mencari dan menemukan jalan berlubang untuk dilaporkan.

Paten software ini disebut-sebut sebagai versi masa depan dari Google Maps. Jika paten ini benar-benar diwujudkan, maka inovasi Google di bidang transportasi lokal bisa dikatakan paling signifikan. 

Sebab, saat mobil tanpa awak Google digabungkan dengan software penghindar lubang, maka alasan apalagi yang memungkinkan terjadinya kecelakaan lalu lintas karena hal-hal klise?


Senin, 24 Agustus 2015

Tas Ransel Generasi Baru Ini Mantap Akan Kegunaannya

iBackpack

Sebuah perusahaan rintisan membuat proyek tas punggung (backpack) pintar yang dilengkapi dengan fitur-fitur canggih, seperti GPS, koneksi USB, serta WiFi, bahkan ada powerbank.

iBackpack, begitu produk tas punggung tersebut diberi nama, saat ini sedang melakukan kampanye penggalangan dana di situs Indiegogo. 

Sebelum bergabung dengan Indiegog, iBackpack menggalang dana sendiri melalui halaman Facebook resminya yang saat itu mencapai 200.000-an lebih pendukung.

Penggalangan dana dan sesi pre-order diharapkan selsai pada awal tahun 2016 mendatang, dan ransel pintar itu akan mulai diproduksi dan dikirim ke pendukungnya.

CEO iBackpack, Doug Monahan, Senin (24/8/2015) percaya bahwa tas punggung pintar buatannya itu bisa merevolusi penggunanya, baik mahasiswa atau profesional bisnis, agar selalu terhubung dan menggunakan internet setiap saat dimanapun berada.

Apa hebatnya tas punggung pintar ini? Mengapa bisa disebut sebagai tas punggung revolusioner dan membuat penggunanya selalu terhubung dengan internet?

Di tas punggung dengan lebar 14 inci dan tinggi 19 inci tersebut iBackpack menyematkan berbagai fitur tekologi, di antaranya adalah baterai lithium 40.000 mAh yang diklaim bisa mengisi ulang empat perangkat iPad dan empat konektor USB yang bisa dipakai untuk mengisi ulang gadget.

Selain itu masih ada pula dukungan WiFi hotspot 4G pribadi, speaker bluetooth, serta sistem GPS dan proximity locator yang memastikan pengguna bisa mengetahui dimana lokasi tas punggungnya berada.

Jumat, 07 Agustus 2015

Bocoran Untuk Smartphone Huawei Nexus

Fitur Huawei Nexus Terungkap dalam Video Singkat
Huawei Nexus ?

Google kemungkinan akan merilis dua jenis ponsel Nexus di tahun 2015 ini. Salah satunya adalah phablet yang dibuat oleh Huawei, yang baru-baru ini muncul bocorannya dalam sebuah video singkat berdurasi 10 detik.

Dalam video tersebut terlihat kalau ponsel berlayar besar itu mempunyai sensor sidik jari pada bagian belakangnya. Sementara tombol power dan volume terdapat pada bagian kanan ponsel -- seperti ponsel Huawei lainnya.

Sementara modul kamera di bagian belakang terlihat sangat mirip dengan Nexus 5 yang dibuat oleh LG pada tahun 2013. Lalu ada sebuah port charger di bagian bawah yang dari bentuknya terlihat seperti port USB-C.

Dari video tersebut sulit untuk menebak bahan apa yang digunakan Huawei pada bagian belakang ponsel, metal ataukah plastik. Meski jika dilihat lebih lanjut, bahan metalik alias mengkilap yang di belakang ponsel (lagi-lagi) mirip dengan LG Nexus 5.

Tak ada spesifikasi ponsel yang diberikan dalam video tersebut. Rumor sebelumnya menyebutkan bahwa Huawei Nexus akan menggunakan layar 5,7 inch AMOLED dengan resolusi QHD alias 1.440p.

Sementara prosesornya kemungkinan akan menggunakan Snapdragon 810 karena Snapdragon 820 belum diluncurkan Qualcomm. 


Kamis, 06 Agustus 2015

Pembaruan Untuk Aplikasi Google Slides Untuk Android

Aplikasi Google Slides

Aplikasi pengolah file presentasi Google Slides untuk Android mendapatkan pembaruan (update). Pada Slides versi terbaru ini, pengguna bisa membagikan dan menjalankan slide presentasi di sesi video call aplikasi Hangout.

Cara menggunakan fitur tersebut cukup mudah. Pengguna hanya perlu meng-update aplikasi Slide. Kemudian, di slide yang ingin dibagikan, tekan tombol "Play' atau "Present This". Setelah itu, pengguna akan melihat pilihan menampilkan slide di sesi video call Google Hangout.

Jika pengguna telah membuat sebuah janji pertemuan video call Google Hangout di aplikasi Calendar, pengguna bisa juga langsung mengirimkan slide ke sesi tersebut. Sebelum memulai slide presentasi, pengguna bisa melihat siapa saja yang tergabung dalam sesi video call tersebut.

Saat menampilkan file presentasi, pengguna bisa menggunakan tablet dan smartphone untuk menggeser-geser file presentasi, melihat catatan, dan melihat sudah berapa lama presentasi berjalan menggunakan jam yang sudah hadir secara built-in di aplikasi.

Menurut Google, fitur baru tersebut dapat mengizinkan lawan bicara di Hangouts untuk "melihat ide, bahkan jika pengguna ada di sisi lain dari planet".

Perlu diketahui, meski baru bisa di Android, Google tidak menutup kemungkinan fitur tersebut bakal hadir juga di Slides versi iOS. Saat ditanya, kapan fitur tersebut akan hadir, pihak Google hanya menjawab, "Tunggu saja".

Pembaruan Google Slides tersebut kini sudah hadir secara gratis di Google Play Store. Untuk mendapatkannya, silahkan kunjungi tautan berikut ini.




Rabu, 05 Agustus 2015

Project Tango, Tablet Pintar Dari Google

Tablet Jagoan Google Mulai Rambah Pasar Global
Project Tango

Sejak diluncurkan, perangkat Project Tango dipasarkan terbatas di wilayah Amerika Serikat. Kini, Google mulai memperluas area pemasaran gadget jagoannya itu. Tablet Project Tango merambah Kanada dan Korea Selatan.

Tablet ini memiliki spesifikasi cukup mumpuni. Ditenagai prosesor Nvidia Tegra K1, RAM 4GB dan ruang penyimpanan 128 GB. Selain itu, dibenamkan baterai berkapasitas 4960 mAh.

Layarnya sendiri berukuran 7 inch dengan resolusi 1920 x 1200 pixel. Bagian layar ini dibalut dengan Gorilla Glass untuk melindungi layar dari lecet akibat benturan atau kontak fisik dengan benda keras.

Google turut membekali kamera bagian belakang berukuran 4 MP dan dilengkapi beberapa sensor khusus sehingga tablet ini memiliki kemampuan untuk merekam model 3D dari objek atau benda yang ada di sekitarnya. Inilah yang menjaid keunggulannya.

Tidak diketahui berapa harga tablet ini ketika dipasarkan di Kanada maupun Korea Selatan. Di Amerika Serikat, tablet Project Tango dijual seharga USD 512.

pada akhir Agustus ini Google berencana akan memasarkan tablet Project Tango ini dilebih banyak tempat lagi, diantaranya Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Irlandia, Italia, Norwegia, Swedia, Swiss dan Inggris.

Rabu, 29 Juli 2015

Sekarang Akan Gampang Kirim Pesan Untuk Whatsapp

OK Google
Google telah merilis pembaruan atau update untuk aplikasi Google Now. Dalam versi terbarunya, pengguna Android kini bisa mengirimkan pesan melalui aplikasi pihak ketiga hanya dengan menggunakan suara pengguna.

Dalam pembaruan kali ini, aplikasi messenger yang sudah didukung oleh fitur tersebut, adalah WhatsApp, WeChat, Viber, Telegram, dan NextPlus. 

Aplikasi yang didukung tersebut memang masih belum terlalu banyak, tetapi sudah melingkupi berbagai aplikasi populer yang memiliki basis pengguna yang besar, seperti WhatsApp dan WeChat.

Cara penggunaan fitur tersebut cukup mudah. Pengguna hanya perlu mengucapkan kalimat, sebagai contoh, "OK Google, send a WhatsApp message." Dari situ, Google Now akan menanyakan, kepada siapa pesan akan dikirim. 

Sebut saja nama orang yang ada di daftar kontak WhatsApp. Kemudian, katakan pesan yang akan dikirim. Setelah itu, sistem akan menanyakan, apakah pesan benar-benar ingin dikirim atau tidak. Jika iya, katakan "yes".

Pengguna juga bisa langsung menggunakan satu kalimat penuh untuk mengirimkan pesan. Sebagai contoh, "OK Google, send a message to KompasTekno: Hi How are you?". Secara otomatis, sistem akan mengirimkan pesan, "Hi How are you?" kepadaKompasTekno.

Fitur ini tentunya tidak bisa digunakan apabila pengguna belum mengaktifkan fitur suara di Google Now. Cara mengaktifkannya, pilih Google Settings, kemudian Search & Now, pilih Voice, OK Google Detection, terakhir nyalakan fitur From Any Screen.

Untuk saat ini, fitur tersebut baru mendukung bahasa Inggris saja. Raksasa internet tersebut berjanji untuk menghadirkan dukungan terhadap bahasa lain pada masa yang akan datang.

Selasa, 28 Juli 2015

Layanan Tebeng Dari Waze

Waze
Perusahaan peta lalu lintas Waze yang dimiliki Google minggu ini meluncurkan program carpooling bernama RideWith. 

Untuk sementara waktu, layanan RideWith baru tersedia dalam bentuk pilot project di kota Tel Aviv, Israel, negara asal Waze.

"Waze secara rutin bereksperimen dengan ide-ide baru, tapi kami belum bisa membuat pengumuman untuk saat ini," lanjut sang juru bicara.

Waze
Program RideWith yang berupa aplikasi Android tersebut memungkinkan para penggunanya untuk menumpang atau "nebeng" kendaraan yang pengemudinya juga memakai aplikasi serupa dan kebetulan mengambil rute sama ke tujuan.

Sebagai balas jasa, penumpang bisa memberikan sejumlah uang kepada pengemudi. Cara kerjanya mirip dengan komunitas Nebengers yang telah lebih dulu ada di Indonesia.

Pengemudi RideWidth dibatasi hanya bisa melakukan dua perjalanan dalam satu hari serta tidak menerima gaji dari pihak Waze. 

Ini berbeda dari layanan ride sharing semisal Uber, sehingga bisa menghindarikan RideWith dari masalah di negara yang ingin melindungi pengemudi taksi profesional.

Waze sendiri diakuisi oleh Google senilai 1 miliar dollar AS pada 2013. RideWith adalah produk spin off pertama dari perusahaan tersebut.

Google Keluarkan Generasi Kedua Android One Dengan RAM 2GB

Android One
Android One, proyek smartphone murah Google, kini resmi meluncurkan generasi kedua. Ponsel tersebut pertama kali meluncur di India, melalui vendor bernama Lava.

Pixel V1, nama ponsel tersebut, dibekali dengan spesifikasi yang lebih tinggi dibanding pendahulunya. Tampilannya pun lebih mewah dengan layar jumbo 5,5 inci yang terlindung Dragontail Glass, screen to body ratio 71,9 persen dengan bezel tipis.

layar itu punya resolusi 1280 x 720 piksel (HD). Selain itu, Lava menyematkan dapur pacu berupa prosesor MediaTek Cortex-A7 quad core 1,3 GHz, RAM 2 GB serta memori internal 32 GB.

Spesifikasi lainnya berupa kamera utama 13 megapiksel (generasi pertama 8 megapiksel), kamera depan 8 megapiksel, dua slot kartu SIM serta baterai berkapasitas 2.650 mAh.

Pixel V1 mengadopsi sistem operasi Android 5.1.1 Lollipop. Seperti janji Google, mereka menjamin pembaruan software ponsel tersebut selama dua tahun.

Peningkatan spefisikasi itu ternyata harus ditebus dengan harga yang sedikit lebih mahal dibanding pendahulunya. Pixel V1 dibanderol seharga 11.350 rupee atau sekitar Rp 2,3 juta.

Saat ini, Android One generasi kedua tersebut baru ada di India saja. Belum diketahui kapan ponsel murah ini bakal hadir di Indonesia.

Senin, 27 Juli 2015

Google Your Timeline Mempermudah Anda

Google Your Timeline
"Your Timeline bisa membuat Anda membayangkan rutinitas kehidupan nyata, mempermudah melihat perjalanan yang telah ditempuh, dan sekilas melihat tempat menghabiskan waktu," tulis Gerard Sanz, Product Manager Google Maps, dalam blog resmi perusahaan.

Google sendiri menjamin, fitur tersebut bersifat pribadi dan hanya bisa dilihat sendiri. Pengguna pun tidak bisa membagikan sejarah lokasi yang telah ditempuhnya kepada pengguna lain.

Pengguna juga diberikan kebebasan untuk mengatur timeline-nya itu. Dalam artian, pengguna bisa menghapus sejarah jalur atau tempat yang dilaluinya.

"Anda bisa mengedit tempat mana saja yang muncul di Your Timeline, termasuk menghapus lokasi spesifik atau memberikan tempat yang sering dikunjungi nama tersendiri, seperti Rumah Ibu atau Jalur Lari Favorit Saya. Tempat tersebut nantinya akan muncul di Google Maps setiap Anda log in," lanjut Sanz.

Selain itu, Google juga mengintegrasikan fitur baru tersebut dengan aplikasi Google Photos. "Jika Anda menggunakan Google Photos, kami akan menampilkan foto yang dijepret di hari tertentu, untuk membantu mengingatkan," tuturnya.

Your Timeline sebenarnya memiliki fungsi yang sama dengan fitur Location History, yang juga ada di Google Maps. Bedanya, fitur Your Timeline lebih mudah untuk diakses dan memiliki tampilan yang lebih baik. Tampilan fitur ini, seperti KompasTekno rangkum dariVenture Beat, memiliki desain khas Android 5 Lollipop, Material Design.

Nantinya, fitur tersebut bisa diakses langsung melalui toolbar yang ada di sebelah kiri layar perangkat Android. Toolbar tersebut dapat diakses dengan menekan simbol tiga garis yang ada di kotak pencarian, persis di sebelah kata Google. 

Pengguna juga bisa menyapu layar ke arah kanan untuk membuka menu tersebut. "Your Timeline" terletak di bagian atas, tepat di bawah Your Places.

Satu hal yang harus diingat, fitur Your Timeline baru bisa digunakan apabila pengguna mengaktifkan fitur "Location History" di perangkat Android. Biasanya, menu tersebut dapat dilihat di bagian Setting, kemudian Privacy.

Fitur Your Timeline sendiri baru akan dirilis untuk platform Android dan PC saja. Google melepas fitur Your Timeline secara bertahap. Hingga saat ini, fitur tersebut belum bisa dicoba di Indonesia.