Laman

Tampilkan postingan dengan label blackberry messenger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blackberry messenger. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Tas Ransel Generasi Baru Ini Mantap Akan Kegunaannya

iBackpack

Sebuah perusahaan rintisan membuat proyek tas punggung (backpack) pintar yang dilengkapi dengan fitur-fitur canggih, seperti GPS, koneksi USB, serta WiFi, bahkan ada powerbank.

iBackpack, begitu produk tas punggung tersebut diberi nama, saat ini sedang melakukan kampanye penggalangan dana di situs Indiegogo. 

Sebelum bergabung dengan Indiegog, iBackpack menggalang dana sendiri melalui halaman Facebook resminya yang saat itu mencapai 200.000-an lebih pendukung.

Penggalangan dana dan sesi pre-order diharapkan selsai pada awal tahun 2016 mendatang, dan ransel pintar itu akan mulai diproduksi dan dikirim ke pendukungnya.

CEO iBackpack, Doug Monahan, Senin (24/8/2015) percaya bahwa tas punggung pintar buatannya itu bisa merevolusi penggunanya, baik mahasiswa atau profesional bisnis, agar selalu terhubung dan menggunakan internet setiap saat dimanapun berada.

Apa hebatnya tas punggung pintar ini? Mengapa bisa disebut sebagai tas punggung revolusioner dan membuat penggunanya selalu terhubung dengan internet?

Di tas punggung dengan lebar 14 inci dan tinggi 19 inci tersebut iBackpack menyematkan berbagai fitur tekologi, di antaranya adalah baterai lithium 40.000 mAh yang diklaim bisa mengisi ulang empat perangkat iPad dan empat konektor USB yang bisa dipakai untuk mengisi ulang gadget.

Selain itu masih ada pula dukungan WiFi hotspot 4G pribadi, speaker bluetooth, serta sistem GPS dan proximity locator yang memastikan pengguna bisa mengetahui dimana lokasi tas punggungnya berada.

Ini Cara Agar Batre smartphone Kalian Bisa 4x Lebih Tahan

Batre

Wang Changan dari Universitas Tsinghua, Beijing dan Li Ju dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, menemukan sebuah teknologi baru yang bisa membuat baterai lebih awet. Bahkan baterai diperkirakan bisa dipakai empat kali lebih lama.

Meskipun disebut tahan lebih lama, ini bukan berarti baterai tersebut bisa terus-terusan mengalirkan daya lebih besar dari kapasitasnya saat ini. Teknologi yang dimaksud sebenarnya membuat baterai dapat terus digunakan, kalau sebelumnya setahun sudah rusak maka ini membuatnya jadi tahan dipakai selama empat tahun.

kedua peneliti tersebut menemukan teknologi ini secara kebetulan. Awalnya mereka cuma mencari tahu cara mengupas lapisan oksidasi pada nano partikel alumunium.

Saat sedang belajar, merea justru menemukan cara untuk melindungi nano partikel itu dengan lapisan titanium oksida, sebuah bahan penghantar listrik. Hasilnya berupa alumunium oksida yang terlindung dalam lapisan titanium oksida. Bahan tersebut bisa dipakai sebagai pengganti anoda berbahan grafit.

Grafit sendiri sebenarnya sudah lama digunakan sebagai anoda dalam baterai. Biasanya, bahan ini akan melebar dan berkontraksi untuk menghantarkan ion lithium.

Sayangnya, proses alami itu justru mengakibatkan kualitas baterai berkurang. Kapasitas maksimumnya pun turut mengecil seiring usia penggunaan, hingga paling parah, baterai akan mati.

Nah, lapisan titanium oksida yang ditemukan oleh kedua peneliti itu lebih kuat menahan siklus alami tersebut. Lapisan temuan mereka tidak akan rusak sehingga umur baterai lebih panjang.

Sayangnya hingga kini tak diketahui kapan teknologi tersebut bisa diterapkan pada smartphone atau perangkat genggam lain. Jika sudah tersedia, mungkin saja baterai ponsel jadi jarang rusak.

Senin, 10 Agustus 2015

Blackberry Passport Silver Edition, Pakai OS Android ?

Blackberry OS Android

Sudah cukup banyak bocoran ponsel BlackBerry yang memakai sistem operasi Android. Kali ini, yang muncul lebih dari sekadar bocoran desain. Beberapa foto dan sebuah video singkat menunjukkan ponsel BlackBerry Passport Silver Edition yang menjalankan sistem operasi Android.

Biasanya, bocoran foto sejenis ini dibuat dengan cara menggunakan aplikasi launcher atau mengeditnya dengan aplikasi pengolah foto. Hal yang menarik dari bocoran ini adalah, baik foto maupun videonya menunjukkan bagian-bagian yang sulit ditiru jika memakai cara-cara tersebut.

tanda-tanda keaslian itu bisa ditemukan antara lain dalam ikon aplikasi BlackBerry Safeguard yang tidak mungkin ditiru dengan menggunakan launcher. Aplikasi ini merupakan khas BlackBerry, dan berfungsi sebagai penjaga keamanan perangkat.

Berikutnya adalah tampilan saat perangkat dimatikan (power off). Foto tersebut menunjukkan tulisan berbahasa Portugis "desligar" dan "encerrando" yang masing-masing berarti mematikan daya ponsel serta menutup aplikasi.

Blackberry OS Android
Antarmuka Blackberry Passport Silver Edition saat mematikan ponsel
Bagian ini dipastikan tidak mungkin ditiru menggunakan launcher. Selama ini, peran launcher pada Android memang dibatasi hanya pada mengutak-atik tampilan tema, dan tidak bisa mengutak-atik atau mengubah berbagai hal yang terkait tombol on/off, Bluetooth, dan Wi-Fi.

Tanda berikutnya adalah keyboard yang sensitif terhadap sentuhan. Dalam video diperlihatkan, pengguna BlackBerry Passport versi Android itu melakukan navigasi menggunakan usapan pada keyboard. Hal seperti ini juga tidak mungkin ditiru dengan menggunakan aplikasi launcher karena merupakan fitur bawaan gadget.

Sebelumnya, sebuah bocoran sempat beredar berupa desain BlackBerry Venice yang bersistem operasi Android. Namun, bocoran tersebut berupa desain 3D saja, berbeda dengan foto kali ini yang terlihat memakai ponsel asli, bahkan lengkap dengan video singkat.


Rabu, 05 Agustus 2015

Edisi Silver Dari Blackberry Passport

Blackberry passport silver edition
September 2014, BlackBerry merilis Passport. Ponsel ini cukup sukses menarik perhatian dengan desainnya yang unik berbentuk persegi. BlackBerry masih ingin mempertahankan Passport. Tinggal memberi sedikit sentuhan lain pada ponBlackBerry baru saja mengumumkan edisi Silver Passport. Sejatinya ini adalah ponsel yang sama dengan Passport versi asli, namun dengan sentuhan warna dan desain sedikit berbeda.
Selain warnanya yang berbeda yakni silver, Pasport edisi terbaru punya tiap sudut yang lebih membulat, rangka baja yang lebih kokoh dan cover belakang dengan corak berlian yang lebih mantap digenggam.

Kemampuan mengetik di keyboard-nya diklaim meningkat, meski tidak diketahui secara pasti apa perbedaannya dengan seri pertama. BlackBerry juga menjanjikan Passport edisi Silver punya baterai lebih awet meski kapasitasnya sama dengan seri asli yakni 3.450 mAh.

Secara desain, Passport edisi Silver menjadi lebih ramping dan tinggi dibandingkan versi originalnya, yakni berdimensi 131 x 30,5 x 9,25mm. Selain yang sudah disebutkan, spesifikasi lainnya masih sama.

Soal harga, BlackBerry membanderolnya USD 100 lebih mahal dibanding Passport seri pertama yakni USD 549. Belum ada informasi kapan BlackBerry memperluas ketersediannya selain di Eropa.sel tersebut. 


Selasa, 28 Juli 2015

Blackberry Venice Sama kan Design Dengan Galaxy S6 EDGE ?

Blackberry Venice Berbasis Android
Rumor ihwal smartphone BlackBerry yang berjalan di OS Android semakin kencang terdengar. Bocoran terbaru memperlihatkan penampakkan terjelas dari perangkat yang memiliki nama kode Venice ini.

Bocoran gambar itu disebarkan oleh Evan Blass, yang biasa dikenal dengan nama @evleaks di Twitter. Akun itu sendiri sering merilis berbagai informasi produk yang bahkan belum dirilis di pasar. Uniknya, kebanyakan bocoran yang dibeberkan oleh akun Twitter tersebut terbukti benar.

Berdasarkan gambar yang dilansir oleh Blass, BlackBerry Venice tampak memiliki desain fisik yang mirip dengan smartphone flagship buatan Samsung, Galaxy S6 Edge.

Dari segi apa? Jika bocoran gambar yang dilansir Blass benar.

Masih berdasarkan gambar itu juga, pengguna Venice tampaknya bakal mendapatkan Android versi penuh, bukan versi yang telah dimodifikasi. Salah satu buktinya, di layar bagian atas, terlihat adanya Google Play Store. Pengguna tampaknya akan diberikan kebebasan untuk memasangkan aplikasi berbasis Android di perangkat itu.

Sebagai gambaran, ada beberapa vendor yang menghadirkan smartphone yang berbasiskan Android yang telah dimodifikasi. Biasanya, ada beberapa fungsi mendasar dari Android versi penuh yang tidak bisa digunakan, seperti toko digital tersebut. 

Menurut rumor yang beredar belakangan ini, Venice dikatakan bakal dilengkapi dengan keyboard fisik. Dalam gambar tersebut tidak terlihat adanya komponen tersebut, tetapi keyboard fisik tersebut tampaknya "tersembunyi" di bagian belakang layar. Kabar yang berkembang memang menyebutkan, Venice bakal hadir dalam model keyboard slide atau bisa digeser.

Selain bocoran itu, Blass juga mengungkapkan bahwa Venice sedang dikirim ke salah stau operator di AS, yaitu AT&T.

Pihak BlackBerry hingga saat ini masih bungkam akan kepastian smartphone Android yang dibuatnya. John Chen, CEO BlackBerry, tidak menampik sekaligus tidak mengonfirmasi akan hal itu.

"Kami hanya membuat ponsel yang aman, dan BlackBerry adalah ponsel yang paling aman saat ini," ujar Chen

"Maka, jika kami bisa membuat (sistem) Android yang aman, tentu saya akan membuatnya (ponsel BlackBerry dengan OS Android)," imbuh Chen.

BlackBerry dikabarkan bakal meluncurkan smartphone BlackBerry pada bulan Agustus mendatang.

Blackberry Mulai Meredup

Blackberry Passport Gold Edition

ptimisme BlackBerry menggarap bisnis ponsel sepertinya meredup. Bila belum lama ini BlackBerry berencana memangkas pengembangan ponselnya, pernyataan terbaru CEO BlackBerry malah mulai mengarah ke penutupan bisnis ponsel perusahaan asal Kanada itu.

CEO BlackBerry John Chen dalam sebuah wawancara eksklusif mengungkapkan bahwa BlackBerry tak akan lagi banyak-banyak meluncurkan ponsel dalam setahun. Kalau dulunya bisa sampai empat model baru ponsel BlackBerry yang dirilis per tahun, di masa mendatang dipangkas jadi hanya dua atau bahkan cuma satu ponsel.

Tapi efisiensi BlackBerry nyatanya tak sampai di situ, seperti dilansir Bloomberg, Chen melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Orang nomor satu BlackBerry ini mengatakan kalau ke depan bisnis ponselnya tak lagi mendatangkan profit, bukan tak mungkin BlackBerry akan mematikan bisnis yang pernah mengangkat namanya itu.

Menurut Chen, BlackBerry harus berada di segmen kelas atas karena sesuai untuk para professional dan juga keuntungan di segmen ini mudah diraih.

Alhasil omongan bos BlackBerry ini seakan memupuskan isu soal ponsel BlackBerry berbasis Android yang kabarnya tengah digarapnya. Pun demikian, analis beranggapan ponsel Android besutan BlackBerry masih sangat besar peluangnya untuk dirilis.

Senin, 27 Juli 2015

Lagi dan Lagi, Blackberry Banyak PHK Karyawan

Blackberry LEAP
Sejauh ini, tidak diketahui berapa banyak pegawai yang akan dirumahkan oleh perusahaan yang sedang berusaha bangkit itu. Namun sebelumnya, pada Mei lalu, mereka juga sudah sempat mengumumkan pemutusan hubungan kerja serupa.

Mereka memang mengubah fokus perusahaannya dengan meninggalkan hardware dan beralih ke pengembangan software. Dengan cara demikian, perusahaan tetap sanggup bergerak meski jumlah tenaga kerjanya mengecil.

Peralihan fokus tak menghentikan munculnya desas-desus soal perangkat Blackberry baru. Sebut saja Blackberry Venice yang kabarnya akan meluncur pada November mendatang serta menggunakan sistem operasi Android, layar melengkung dan berbagai spesifikasi mutakhir.

Rumor tersebut dibumbui dengan pernyataan CEO Blackberry John Chen yang mengatakan mereka bisa saja membuat ponsel bersistem operasi Android asalkan keamanannya terjamin. Walaupun begitu, ponsel jenis ini sama sekali tak disebutkan dalam pernyataan resmi Blackberry.

Sekitar awal bulan ini, Blackberry baru saja bergandengan tangan dengan Google. Mereka membentuk kerjasama yang mengombinasikan keamanan Android 5.0 dengna kemampuan manajemen Blackberry Enterprise Service (BES) 12. Tujuan utamanya mengamankan data-data bisnis yang dikirim melalui ponsel Android.

Di Pakistan Akan Berhentikan Layanan Blackberry Messenger

Blackberry Messenger
Alasan yang cukup mengejutkan, mengingat BlackBerry sangat dikenal soal keamanan layanannya. Rupanya justru ketatnya enkripsi data pada BBM dan email di layanan BlackBerry yang menakutkan bagi pemerintah setempat.

enkripsi data emaio dan BBM di antara pengguna dengan jaringan publik, memang memastikan keamanan privasi si pengguna. Masalahnya, ini akan menyulitkan bagi polisi dan agen intelijen jika memerlukan data dalam kasus penyelidikan. 

"Pakistan Telecommunications Authority sudah memerintahkan kepada operator mobile lokal agar menutup BlackBerry Enterprise Services karena alasan keamanan," ujar juru bicara Pakistan Telecommunications Authority.

Juru bicara tersebut menolak disebutkan identitasnya mengingat isu ini sangat sensitif dan berkaitan dengan aktivitas intelijen. Sementara itu, BlackBerry belum memberikan komentar apapun.

Pakistan saat ini sedang diresahkan oleh bernagai gerakan militan, kelompok kriminal dan pengedar obat-obatan terlarang. Segala bentuk komunikasi tak luput dari pengawasan, termasuk BBM.

Pemerintah setempat ingin agar mereka bisa mengakses data apabila diperlukan. BlackBerry mengalami hal serupa di India, Uni Emirat Arab, Arab Saudi termasuk Indonesia, di mana negara-negara ini meminta BlackBerry untuk membuka akses data.

Sumber lain yang dirilis pengawas privasi internasional yang berpusat di Inggris menyebutkan, apa yang dilakukan pemerintah Pakistan melalui agen intelijen militer Inter-Services Intelligence (ISI) adalah sebuah bentuk campur tangan komunikasi yang sudah cukup jauh.

"Pakistan telah menyalahgunakan wewenang mereka dalam pengawasan konunikasi, termasuk mengintai oposisi politik dan hakim pengadilan tinggi. Pengawasan dan sensor internet juga menyasar jurnalis, pengacara dan para aktivis," sebut mereka.