Laman

Tampilkan postingan dengan label applewatch. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label applewatch. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Ini Cara Agar Batre smartphone Kalian Bisa 4x Lebih Tahan

Batre

Wang Changan dari Universitas Tsinghua, Beijing dan Li Ju dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, menemukan sebuah teknologi baru yang bisa membuat baterai lebih awet. Bahkan baterai diperkirakan bisa dipakai empat kali lebih lama.

Meskipun disebut tahan lebih lama, ini bukan berarti baterai tersebut bisa terus-terusan mengalirkan daya lebih besar dari kapasitasnya saat ini. Teknologi yang dimaksud sebenarnya membuat baterai dapat terus digunakan, kalau sebelumnya setahun sudah rusak maka ini membuatnya jadi tahan dipakai selama empat tahun.

kedua peneliti tersebut menemukan teknologi ini secara kebetulan. Awalnya mereka cuma mencari tahu cara mengupas lapisan oksidasi pada nano partikel alumunium.

Saat sedang belajar, merea justru menemukan cara untuk melindungi nano partikel itu dengan lapisan titanium oksida, sebuah bahan penghantar listrik. Hasilnya berupa alumunium oksida yang terlindung dalam lapisan titanium oksida. Bahan tersebut bisa dipakai sebagai pengganti anoda berbahan grafit.

Grafit sendiri sebenarnya sudah lama digunakan sebagai anoda dalam baterai. Biasanya, bahan ini akan melebar dan berkontraksi untuk menghantarkan ion lithium.

Sayangnya, proses alami itu justru mengakibatkan kualitas baterai berkurang. Kapasitas maksimumnya pun turut mengecil seiring usia penggunaan, hingga paling parah, baterai akan mati.

Nah, lapisan titanium oksida yang ditemukan oleh kedua peneliti itu lebih kuat menahan siklus alami tersebut. Lapisan temuan mereka tidak akan rusak sehingga umur baterai lebih panjang.

Sayangnya hingga kini tak diketahui kapan teknologi tersebut bisa diterapkan pada smartphone atau perangkat genggam lain. Jika sudah tersedia, mungkin saja baterai ponsel jadi jarang rusak.

Kamis, 06 Agustus 2015

Orang Sakit Jantung Terselamatkan Oleh Apple Watch

Berkat Apple Watch, Pasien Jantung Cepat Tertangani
Apple watch

Apple Watch tidak hanya sebagai penunjuk waktu dan menampilkan notifikasi dari iPhone. Lebih dari itu, jam tangan pintarini bahkan dapat membantu pasien penyakit jantung sembuh lebih cepat.

Hal ini dialami Ken Robson asal Virginia, Amerika Serikat. Pertengahan Juni lalu, ia mengunjungi putranya yang berada San Diego. Tiba-tiba ia merasa pusing dan lemas. Ia pun mendapati detak jantungnya di Apple Watch menurun.

Pria berusia 64 tahun ini merasa ada yang salah dengan kesehatannya. Ia lantas online dan mencari tahu. Robson menyimpulkan dirinya terkena heart arrhythmia atau dikenal dengan sindrom sakit sinus.

Robson lalu membuat janji dengan dokter seketika sampai di rumahnya. Namun sehari sebelum jadwal pulangnya dari San Diego, ia masuk ke Intalasi Gawat Darurat di Scripps Mercy Hospital.

"Saya tidak ingin menjadi seseorang yang di pesawat yang menyebabkan pendaratan darurat medis. Atau lebih buruknya meninggal dalam penerbangan," 

Ketika sampai di rumah sakit, Robson berbicara dengan perawat bahwa ia telah memantau detak jantung di Apple Watch selama dua minggu. Rupanya hal ini membuat Robson tak perlu menginap terlalu lama di rumah sakit. Bahkan ia mendapat tindakan operasi lebih cepat.

"Scripps Mercy dapat mengecek data detak jantung yang tersimpan dalam Apple Watch. Jadi saya tidak perlu dipasangkan monitor jantung selama seminggu untuk pihak rumah sakit mendiagnosis penyakit saya," ungkap Robson.

"Dokter menvonis saya terkena sindrom penyakit sinus. Sama seperti yang saya diagnoisis sendiri," lanjutnya.

Pihak Sripps Mercy Hospital sendiri, katta Robson, cukup terkesan dengan apa yang telah ia lakukan. Karena tak banyak orang yang memanfaatkan teknologi, untuk memantau kesehatannya.

Minggu, 26 Juli 2015

Kamera Terkecil di Dunia Mirrorless 4K

Mirrorless 4K
kamera bernama E1 besutan perusahaan Z Camera yang diperkenalkan akhir minggu lalu itu pun diklaim sebagai “Mirrorless 4K” terkecil di dunia. 

Besarnya kurang lebih sama dengan kamera aksi GoPro. Bentuknya yang nyaris persegi juga mirip. Bedanya, E1 dibekali sensor yang lebih besar (micro four thirds, 16 megapixel) sehingga menjanjikan kualitas gambar lebih bagus dan lensanya bisa digonta-ganti.

Jumlah lensa micro four thirds yang bisa dipasangkan ke E1 mencapai 60 buah dari segala jenis, mulai ultra wide, fish-eye, hingga super tele dan macro, termasuk lensa-lensa bikinan Panasonic dan Olympus yang juga tergabung dalam konsorsium Four Thirds.

E1 sendiri mampu merekam video 4K (4096x2160) dengan frame rate 24 FPS atau video ultra-HD (3840x2160) dengan frame rate 30 FPS.

Dengan rentang sensitivitas hingga ISO 102.400 dan teknologi noise filtering 3D baru, ia dijanjikan bisa menghasilkan jepretan low-light yang “luar biasa”.

Spesifikasi lain termasuk layar LCD 2,5 inci di bagian belakang, baterai yang bisa bertahan selama 45 menit untuk merekam video 4K, Bluetooth, serta WiFi untuk koneksi dengan smartphone Android atau iOS.

Apple Watch Unggul Di Atas Samsung

Apple Watch
Dari laporan yang dirilis Strategy Analytics, Apple Watch tercatat menguasai 75,5% pasar smartwatch pada kuartal II tahun 2015. Raihan ini menyalip Samsung yang pada kuartal II tahun 2014 lalu memuncaki pasar smartwatch dengan pangsa pasar 73,6%. Kini Samsung hanya mampu menguasai pangsa pasar smartwatch sebesar 7,5%

Secara kuantitas penjualan smartwatch pada kuartal II tahun 2015 ini juga meningkat signifikan. Di periode yang sama tahun 2014 lalu, hanya sekitar 1 juta unit smartwatch yang berhasil terjual. Dari angka tersebut, 700 ribu unit di antaranya didominasi smartwatch buatan Samsung. Sedangkan 300 ribu sisanya diisi oleh smartwatch besutan produsen lainnya.

Kini penjualan smartwatch menembus angka 5,3 juta unit. Yang mana 75,5% di antaranya didominasi oleh Apple Watch yang berhasil terjual sebanyak 4 juta unit. Sementara itu smartwatch Samsung malah menurun jadi hanya 400 ribu unit yang terjual di periode kuartal II tahun 2015.

Namun analis manafsirkan tingginya penjualan Apple Watch semata-mata karena tingginya rasa penasaran konsumen yang ingin menggunakan smartwatch besutan Apple tersebut. Untuk periode selanjutnya diprediksi pangsa pasar smartwatch tak akan terlalu berselisih signifikan antara Apple dan Samsung, meski Apple tetap akan berada di posisi teratas.

Pun demikian, Samsung tetap punya peluang untuk kembali menempati posisi teratas. Terutama bila perusahaan Korea ini mampu menelurkan smartwatch terbaru nan inovatif yang mampu menyita perhatian konsumen secara global.

smartwatch pangsa