Laman

Sabtu, 05 September 2015

Nokia Siap Dengan Punggawa Barunya

Ponsel Android Nokia Menampakkan Diri
Nokia

Setelah melepas divisi ponsel ke Microsoft, Nokia memilih fokus di bisnis infrastruktur telekomunikasi. Namun belakangan santer diberitakan kalau Nokia akan terjun kembali ke pasar ponsel memakai OS Android. Malah kini, penampakan ponsel Android Nokia telah muncul.

Sebuah render menampakkan bakal calon ponsel Android Nokia itu.Bentuknya cukup menarik dengan desain tipis. Karena masih render, kemungkinan nanti saat diluncurkan bentuknya akan berbeda.

Sebelumnya, Nokia telah menyebut akan kembali ke bisnis ponsel pada tahun 2016. Mantan pemilik gelar ponsel sejuta umat itu kini tengah sibuk mencari partner untuk dapat menunjang comeback-nya.

Setelah kegagalan memakai Windows Phone yang berakibat divisi ponselnya dilego ke Microsoft, dugaan kuat memang mengarah kalau Nokia akan mengandalkan Android. Tanda-tandanya sudah tampak sekarang ini. Pertama, Nokia sebenarnya telah merilis sebuah tablet Android bernama N1, bekerja sama dengan Foxconn.

Kemudian kedua, Nokia juga telah merilis launcher Android bernama Z Launcher. Dari dua tanda tersebut, terlihat kalau Nokia makin akrab dengan Android. Jadi ada probabilitas besar Nokia nantinya akan menggunakan OS 'robot hijau' itu. Kita tunggu saja tanggal mainnya.


Senin, 31 Agustus 2015

Cabang Terbesar Dari Erafone Resmi Didepan

erafone

Erafone resmi membuka toko cabang terbesarnya pada Jumat (28/8/2015) lalu. Bertajuk "Erafone Megastore", outlet ini berdiri di atas lahan 600 meter persegi di dalam pusat perbelanjaan Mall Margocity, Depok.
Secara umum, outlet Erafone teranyar sama seperti yang sudah berdiri sebelumnya. Menjual 11 merek smartphone dan tablet, menyediakan produk multi-operator, menyediakan layanan asuransi, aktivasi dan pusat solusi.

Yang menjadi pembeda adalah ketersediaan tempat hiburan di dalam toko. Anak usaha distributor Erajaya tersebut menempatkan "coffee corner" dan "kid's corner" di dalam Erafone Megastore.

"Kami membuka outlet terbesar di saat ekonomi melambat dan nilai tukar melemah. Kami menjadikan tantangan ini sebagai momentum pertumbuhan dan membuktikan komitmen Erafone untuk terus berinovasi," kata CEO Erajaya Group, Jeremy Sim, 

Menurut Marketing and Communications Director Erajaya Group, Djatmiko Wardoyo, tahun ini Erafone akan lebih agresif membangun Megastore dengan luas toko lebih dari 300 meter persegi.

"Seminggu ke depan kami akan membuka dua outlet lagi di Bengkulu dan Medan," kata Djatmiko. Di toko cabang Erafone ke-17 di Margocity, tersedia beberapa merek perangkat yang barangkali tak lagi asing.

Di antaranya Apple, Android One, Asus, BlackBerry, Lenovo, LG, Microsoft, Nokia, Oppo, Polytron, Samsung, Sony, Xiaomi, dan brand milik Erajaya Venera. Masing-masing memiliki brand corner yang menawarkan jajaran produk termutakhirnya.

Minggu, 30 Agustus 2015

Google Tunjukan Jalan Berlubang

ilustrasi jalan rusak

Jalan berlubang kerap dianggap masalah sepele dan wajar. Padahal, kondisi itu dapat memicu kecelakaan fatal.
Mengendus masalah ini, Google pun mendaftarkan paten teknologi yang bisa menghindarkan pengemudi dari jalan rusak atau berlubang. Google mengklaim teknologinya akan jauh lebih akurat dan efisien dalam memetakan lubang di tiap jalan.

paten software pemetaan lubang jalan yang dimaksud menggunakan dua sensor. Yakni untuk GPS dan akselerometer vertikal.

Kedua sensor yang terdapat di gadget itu akan mengetahui letak lubang, mendokumentasikannya dan menyimpan informasi ke dalam cloud. Lalu sensor akan otomatis melaporkan kepada pengguna tentang jalan berlubang tersebut agar dapat dihindari.

Google bukanlah perusahaan pertama yang ingin menumpas masalah kecelakaan akibat jalan berlubang. Sebelumnya, ada aplikasi bernama "Street Bump" yang beroperasi di Boston, Amerika Serikat.

Aplikasi tersebut juga memanfaatkan sensor GPS dan akselerometer yang ada di ponsel. Namun, tiap kali mengemudi, pengguna harus memasukkan tujuannya terlebih dahulu ke aplikasi.

Jika lupa, maka Street Bump tak akan berfungsi. Sedangkan software Google memilih cara yang lebih praktis. Ke mana pun pengguna pergi, sensor akan otomatis mencari dan menemukan jalan berlubang untuk dilaporkan.

Paten software ini disebut-sebut sebagai versi masa depan dari Google Maps. Jika paten ini benar-benar diwujudkan, maka inovasi Google di bidang transportasi lokal bisa dikatakan paling signifikan. 

Sebab, saat mobil tanpa awak Google digabungkan dengan software penghindar lubang, maka alasan apalagi yang memungkinkan terjadinya kecelakaan lalu lintas karena hal-hal klise?


Sabtu, 29 Agustus 2015

Xiaomi Akan keluarkan 2 Versi Prosesor

Xiaomi
Bocoran perihal niat Xiaomi mengembangkan prosesor mobile sendiri semakin santer terdengar. Informasi terbaru menyebutkan, perusahaan asal China ini akan membuat dua versi prosesor sekaligus.

Salah satu versi prosesor tersebut akan digunakan untuk ponsel kelas low-end Xiaomi, seperti seri Redmi.

Versi kedua dari prosesor tersebut dikatakan akan digunakan di perangkat kelas menengah Xiaomi. Kabarnya, prosesor yang satu ini akan memiliki fitur octa-core atau 8 inti.

Apa tujuan Xiaomi membuat prosesornya sendiri? Perusahaan yang dipimpin oleh Lei Jun ini dikatakan ingin membuat prosesor dengan biaya produksi yang lebih murah lagi. Tujuannya, tentu agar bisa membuat memangkas harga perangkat. Dengan cara itu, ponsel buatan Xiaomi nantinya bisa saja dibanderol lebih rendah dari yang ada saat ini.

Di sisi lain, smartphone high-end mereka, seperti Mi4 atau Mi5, akan tetap memakai prosesor flagship buatan Qualcomm. Xiaomi sendiri belum mengumumkan atau memberikan bantahan terkait desas-desus prosesor produksi mereka.

Bila kabar tersebut benar, Xiaomi akan menambah panjang daftar perusahaan smartphone yang mulai membuat prosesor sendiri. Beberapa waktu lalu, Samsung, Huawei sudah mulai mewujudkan langkah serupa.

Ditambah lagi Apple yang sudah lama menggunakan chipset hasil rancangan sendiri untuk semua gadget mereka.

Xiaomi sendiri digosipkan sudah akan melepas perangkat dengan chip buatannya sendiri itu pada awal tahun 2016 mendatang.


Apple Memberi Performa yang Baik Untuk Kamera iPhone 6S

iPhone 6S

Resolusi kamera di iPhone terbaru mungkin akhirnya bakal meningkat. Apple dirumorkan menyematkan lensa kamera 12 megapiksel pada iPhone 6s dan 6s Plus. Peningkatan ini termasuk jarang dilakukan perusahaan berlogo apel tergigit. 

Diketahui, sejak menelurkan iPhone 4s pada 2011, hingga iPhone 6 dan 6 Plus pada 2014, Apple masih setia menyematkan lensa kamera dengan resolusi 8 megapiksel. Walau, teknologi sensor tiap produk baru hampir selalu ditingkatkan.
Tak hanya dari segi kamera untuk menjepret, Apple juga dikabarkan menambah kemampuan yang signifikan untuk perekaman video. iPhone 6s dan 6s Plus dikabarkan bisa merekam video beresolusi 4k.

Sebelum iPhone, Samsung lebih dulu memboyong fitur perekaman 4k sejak menelurkan flagship Galaxy S5 tahun lalu. Selanjutnya pada Galaxy S6, Samsung kembali menyematkan fitur tersebut.

Kelebihan dari perekaman video 4k antara lain meningkatkan stabilitas dan ketajaman gambar, memudahkan pengeditan setelah penyutingan dan membuat gambar kompatibel dengan televisi masa kini.

Dari sisi kamera depan, Apple kabarnya membubuhi lampu kilat (flash) pada duet iPhone terbaru. Bagi pecinta selfie atau FaceTime, fitur ini akan sangat membantu di malam hari atau saat berada di ruangan bercahaya redup.

Kabar-kabar ini, walau santer terdengar, namun belum terkonfirmasi. Benar atau tidaknya bakal diketahui pada peluncuran iPhone 6s dan 6s Plus yang dijadwalkan pada 9 September mendatang.


Jumat, 28 Agustus 2015

Gampangnya Menebak Password Pola Pada Android

Ilustrasi Patern

Selain nomor PIN dan pemindai sidik jari, ponsel Android juga menyediakan kunci pengaman lain dalam bentuk "pattern lock" (Android Lock Pattern/ ALP) alias menggambar pola segaris dengan menghubungkan 9 titik di layar.

Tapi metode ini ternyata rentan dibobol karena pola yang dibikin gampang ditebak. Hal tersebut diungkapkan oleh hasil sebuah studi yang dilakukan oleh Marte Loge dari Norwegian University of Science and Technology.

Loge mengumpulkan hampir 4.000 sample pola ALS sebagai bagian dari riset yang dilakukannya untuk menulis tesis.

Dia menemukan bahwa sebagian besar dari pola-pola tersebut rupanya berbentuk mirip. Sebanyak 77 persen pola dimulai dari salah satu pojokan. Hampir setengah (44 persen) di antaranya mengambil posisi start di pojok kiri atas.

Lebih lanjut, sekitar 10 persen membuat pola berbentuk huruf seperti "N" atau "O" seperti dalam gambar di atas. 

Temuan Loge itu kemudian dipresentasikan dalam konferensi PasswordsCon di Las Vegas.

"Manusia bisa diprediksi," katanya saat berbicara di panggung. "Kita punya pertimbangan yang sama saat membuat kunci pola, seperti (yang juga digunakan) di kode PIN."

Kunci ALP bisa membuat pola yang menghubungkan hingga 9 titik di layar. Angka maksimum ini akan menghasilkan kemungkinan kombinasi hingga 389.112 buah sehingga seharusnya sukar ditebak.

Tapi banyak di antara pengguna yang membuat pola dengan menghubungkan hanya 4 titik sehingga kemungkinan kombinasi yang muncul hanya 1.624 buah.


Samsung Rasa Blackberry Dengan Keyboard QWERTY

S6 With Keyboard

Salah satu aksesori pendamping yang turut diperkenalkan bersama Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus adalah papan ketik QWERTY 

Dalam acara peluncuran kedua perangkat di Jakarta, Kamis (27/8/2015), pihak Samsung Indonesia memastikan bahwa alat bernama “Keyboard Case” ini akan turut tersedia di Indonesia.

“Ya, kami akan jual bersama dengan acara Consumer Launch Galaxy Note 5 di Grand Indonesia, 11-13 September nanti. Harganya Rp 850.000,” ujar Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Flegon Koen saat berbicara di panggung acara.

Akesori papan ketik QWERTY tersedia untuk Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus. Baru kedua perangkat itu yang mendapat “jatah” keyboard fisik, lantaran ukurannya disesuaikan dengan lebar layar dan bentuk antarmuka.

Namun, Flegon menambahkan bahwa smartphone Samsung lain, yakni seri Galaxy S6, juga akan turut memperoleh aksesori ketik QWERTY dalam waktu dekat.

Tak pakai baterai

Papan ketik Keyboard Case tidak memiliki sambungan fisik ataupun nirkabel dengan perangkat tempatnya terpasang.

Di dalam tubuh Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge Plus terdapat sensor khusus yang akan mendeteksi saat pengguna memasang Keyboard Cover di layar.

Begitu Keyboard Case bertengger, maka lebar tampilan antarmuka (UI) pun menyesuaikan. Batas bagian bawah naik hingga tak tersembunyi oleh keyboard.

“Cara kerja sensor ini mirip dengan aksesori Smart Case. Karena tak membutuhkan listrik, ia pun tak memboroskan baterai perangkat,” terang Flegon.

Keyboard Case terdiri dari dua bagian, yakni unit papan ketik itu sendiri yang ditempatkan di bagian muka perangkat, serta bagian belakang yang berfungsi sebagai penyangga keyboard ketika terpasang.

Saat sedang tidak dipakai, pengguna bisa memindahkan letak unit papan ketik ke sisi belakang sehingga tak mengganggu proses navigasi dengan touchscreen.